Nasional

Menelan biaya fantastis hingga Rp1,3 Triliun, Coretax Menuai Banyak Kritik dan Dinilai Mempersulit

Oleh: Deba Lauda Minggu 16 Feb 2025, 18:52 WIB
Meskipun proyek Coretax ini menelan biaya fantastis hingga Rp1,3 triliun tapi banyak pengguna yang memberikan kritikan.

AYOJAKARTA.COM - Sistem perpajakan baru Coretax belakangan ini telah memicu berbagai kritik dari masyarakat dan juga pakar.

Meskipun proyek Coretax ini menelan biaya fantastis hingga Rp1,3 triliun tapi banyak pengguna yang memberikan kritikan.

Banyak masyarakat melaporkan kesulitan dalam mengakses platform Cotax tersebut.

Bahkan yang seharusnya mempermudah proses pembayaran pajak malah dibuat pusing dengan aplikasi pajak.

Sejak peluncuran Coretax saja sudah menghadapi berbagai kendala teknis.

Tentu itu akan menghambat wajib pajak dalam memenuhi kewajiban mereka.

Baca Juga: Isu Tak Sedap! KIP Kuliah Terkena Efisiensi Anggaran, Kemendikti Saintek Beri Jawaban Pasti

Beberapa masalah yang dilaporkan penggunanya antara lain kesulitan dalam membuat faktur pajak.

Selain itu juga mengenai user friendly aplikasi dan gangguan dalam proses penagihan.

Kondisi tersebut bisa memengaruhi wajib pajak individu dan berdampak pada operasional bisnis.

Parahnya banyak pengiriman dan pembayaran barang menjadi tertunda.

Hal ini berpotensi mempengaruhi pertumbuhan ekonomi yakni pada kuartal pertama tahun 2025.

Pakar teknologi juga ikut menyoroti permasalahan utama dalam implementasi Coretax.

Baca Juga: Kapan ya, Waktu Terbaik Berkunjung ke La Riviera PIK 2? Suasana Eropa di Jakarta

Kendala bukan terletak pada teknologinya bisa jadi pada pengelolaan dan manajemen proyek.

Selain itu penting sekali untuk menerapkan transparansi dalam pengadaan dan penggunaan anggaran.

Komunikasi efektif antara pemerintah dan masyarakat mengenai penerapannya perlu ditingkatkan.

Kurangnya komunikasi yang jelas mengenai tahapan implementasi dapat menimbulkan masalah teknis.

Bahkan hingga dapat menimbulkan ketidakpercayaan di kalangan wajib pajak.

Reporter Deba Lauda
Editor Aris Abdulsalam