AYOJAKARTA.COM -- Pada Selasa 2 Mei lalu, Kantor Pusat Majelis Ulama Indonesia atau MUI mengalami peristiwa tidak biasa.
Seseorang melakukan penembakan sebanyak tiga kali di dalam Kantor Pusat Majelis Ulama Indonesia yang berlokasi di Jalan Proklamasi Jakarta Pusat.
Aksi penembakan yang dilakukan oleh pelaku bernama Mustofa di Kantor Pusat Majelis Ulama Indonesia karena ingin bertemu Ketua MUI.
Baca Juga: Kapan Hari Raya Waisak? Tanggal 6 Mei atau 4 Juni? Ini Kata Kemenag Lengkap dengan Daftar Libur 2023
Adapun tujuan pelaku menemui Ketua MUI diketahui karena ingin mendapatkan pengesahan dari MUI sebagai Wakil Nabi.
Pernyataan mengenai motif pelaku tersebut diungkapkan oleh Direskrimum Polda Metro jaya, Kombes Hengki Haryadi.
“Motif sementara, bahwa yang bersangkutan ini ingin mendapatkan pengakuan sebagai Wakil Nabi,” jelas Kombes Hengki Haryadi.
Lebih lanjut, Hengki juga menyebut bahwa pelaku merupakan seorang residivis kasus pengrusakan pada tahun 2016.
Baca Juga: Jokowi dan Petinggi Parpol Koalisi Pemerintah Bertemu, Ternyata Ini yang Dibahas
Sebelum beraksi, pelaku penembakan juga sempat melakukan ancaman kepada petugas keamanan sewaktu diminta untuk menunggu.
Hal tersebut diungkap oleh petugas keamanan bernama Chaerudin yang juga menjadi saksi peristiwa penembakan.
“Pelaku bilang seperti ini, kalau kamu tidak menerima saya untuk ketemu Ketua MUI, saya habisi kamu!” ujar Chaerudin menceritakan pengalaman.
Lebih lanjut, Chaerudin juga menjelaskan bahwa pelaku sempat membuka tas dan mulai melakukan penembakan.
“Saya lari karena panik, alhamdulillahi masih dilindungi Allah SWT; tidak tembus cuma baju aja yang bolong,” imbuh Chaerudin, tersenyum.
Usai melakukan penembakan, Mustofa NR kemudian mendadak jatuh pingsan dan tewas setibanya di tempat pelayanan kesehatan.
Tewasnya pelaku penembakan yang belum diketahui penyebabnya tersebut, membuat pihak kepolisian melakukan otopsi.
Baca Juga: Sulit Dapat Kerja? Siap-siap Semakin Parah, 3 Industri Ini Akan Hilangkan Lapangan Kerja Karena AI
“Sejak dia nembak, sampai dia jatuh ini kenapa penyebabnya, kan begitu,” ujar Brigjen Haryanto, selaku Kepala Rumah Sakit Polri, Kramat Jati.
Dari tas yang dibawa pelaku penembakan, ditemukan sejumlah obat-obatan yang kini menjadi bukti pihak kepolisian.
Terkait dengan adanya peristiwa penembakan di kantor Pusat MUI, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengecam aksi tersebut.
Baca Juga: Kena Mental! Bengkel Hens Motor Tutup Usai Viral Diserang Netizen, Nggak Berani Buka Lagi?
Dalam keterangannya kepada awak media, Menteri Agama meminta agar pihak berwajib mengusut tuntas peristiwa penembakan meski pelaku sudah meninggal dunia.
“Saya yakin ini bukan bentuk teror tetapi orang yang salah dalam belajar dan memahami agama, kami meminta kasus ini diusut tuntas,” ujarnya.
Guna menentukan penyebab kematian, pihak kepolisian selanjutnya melakukan otopsi terhadap organ tubuh pelaku seperti jantung dan paru.
Demikian kronologis penembakan di kantor MUI yang dirangkum Ayojakarta pada Kamis, 5 Mei 2023 dari kanal Youtube Kompas TV. ***