AYOJAKARTA.COM -- Partai Golkar dan PKB pada hari Rabu 3 Mei 2023 ini melaksanakan halal bi halal serta memberikan pengumuman terkait Pilpres 2024.
Golkar dan PKB menyatakan siap jadi partai inti atau penggerak dari koalisi besar atau gabungan Koalisi Indonesia Besar alias KIB dan Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya alias KKIR.
Hal ini disampaikan langsung oleh Ketum Partai Golkar, Airlangga Hartarto dalam pertemuan dengan Muhaimin Iskandar di kawasan Senayan, Jakarta, hari ini.
Baca Juga: Bocor! Sebelum Tewas, Ternyata AKBP Buddy Sempat Terima Telepon, Pihak Kepolisian Ungkap Detailnya
Airlangga Hartarto sendiri menilai jika Parta Golkar memiliki visi yang sama dengan PKB.
Tak hanya itu, Airlangga Hartarto mengatakan Golkar dan PKB siap menjadi inti untuk melanjutkan proses pembangunan ke depan.
"Kedua tim ini akan duduk meneruskan langkah-langkah teknis, nah kami merasa tadi malam bertemu Bapak Presiden dan 6 partai lain terkait dengan visi pembangunan ke depan diingatkan Bapak Presiden, 13 tahun ke depan adalah masa persimpangan jalan antara Indonesia jadi negara maju atau di dalam jebakan negara pendapatan menengah," ungkap Airlangga Hartarto.
Dari situ, Airlangga Hartarto pun memberikan respons dengan PKB untuk jadi partai penggerak dan melanjutkan program ke depan dengan partai yang selaras.
Baca Juga: Bongkar Mafia di Kemenkeu, Ayah David Ozora Akui Sempat Didatangi Orang Tak Dikenal: Siapa Lu!
"Juga untuk melakukan komunikasi-komunikasi politik terhadap partai-partai yang ingin melanjutkan program ke depan agar kita tidak jatuh menjadi negara berpendapatan rendah," ungkapnya lagi.
Cak Imin pun turut buka suara mengenai hal ini, ia menilai Partai Golkar dan PKB punya tekad lanjutkan program agar tetap selaras pasca masa jabatan Presiden Jokowi selesai.
"Kami dua partai bekerja keras terus untuk mendukung agar Presiden Jokowi sukses hingga tuntas dalam periode kepemimpinannya dan mengharapkan keberhasilan itu kita lanjutkan secara continue (berlanjut) dan kesinambungan pembangunan atas prestasi-prestasi yang sudah diraih dan menambah kemajuan yang lebih baik lagi di masa yang akan datang," kata Cak Imin.
Cak Imin mengatakan jika pengalaman PKB dan Partai Golkar membuat keduanya sepakat bersinergi jadi inti koalisi besar.
"Saya percaya PKB dan Golkar punya sejarah, kebersamaan diawali KIB atau KKIR ini menjadi sangat strategis, posisi PKB dan Golkar sebagai inti koalisi, karena dua partai ini punya sejarah panjang pengalaman banyak di proses berbangsa dan bernegara. Kami sepakat untuk saling bersinergi, saling membantu mensukseskan proses keberhasilan Pemilu 2024," tambahnya lagi.
Muhaimin Iskandar juga mengatakan selama bekerjasama dengan Partai Golkar, dirinya mengatakan sangat puas di DPR ataupun Pemerintahan Jokowi. Ia juga menyinggung logo dua Partai tersebut.
"Kerja sama selama ini sangat memuaskan bersama Golkar, di DPR atau bersama-di kabinet pemerintahan Pak Jokowi, kalau kerja sama sama Golkar itu selalu membahagiakan semua pihak untuk cepat maju bersama-sama. Logonya aja udah mendukung, PKB logonya hijau, kuning, putih, hitam, Golkar juga gitu hijau, kuning, putih, hitam. PKB dominan hijau dan Golkar dominannya kuning," ucapnya.
Baca Juga: KAI EXO Fix Wamil Bulan Mei 2023! SM Entertainment Bagikan Informasi Ini
Soal Capres dan Cawapres, Airlangga menyampaikan jika masih dalam pembahasan lebih lanjut.
"Ini tuh core, butuh inti motor penggerak, dan hari ini kita akan dorong Golkar dan PKB menjadi koalisi inti, Capre dan Cawapres masih dalam pembahasan," pungkasnya.
Untuk tim pemenangan, Airlangga juga sudah memberikan pengumuman. Dari Golkar sosok Nusron Wahid dan PKB menunjuk Faisol Reza.
Dalam momen pertemuan tersebut, Airlangga juga sempat menyematkan jas kuning ke badan Muhaimin Iskandar sebagai tanda dua partai ini bersinergi.***