Nasional

Wanita SH Diduga Pemicu Anak AKBP Achiruddin Hajar Ken Admiral Diperiksa Polisi 8 Jam, Bakal Jadi AG Jilid 2?

Oleh: Sulistiyaningsih Sabtu 29 Apr 2023, 09:23 WIB
SH wanita yang diduga jadi pemicu perselisihan Ken Admiral dan Aditya Hasibuan

AYOJAKARTA.COM Polda Sumatera Utara (Sumut) memeriksa seorang wanita berinisial SH yang diduga sebagai pemicu penganiayaan yang sempat viral belakangan ini.

Yang tidak lain merupakan anak dari AKBP Achiruddin yakni Aditya Hasibuan kepada Ken Admiral.

Sosok SH diduga tercantum dalam percakapan antara Aditya Hasibuan dengan Ken Admiral. Ia terlihat memenuhi panggilan pemeriksaan di Subunit IV Renakta Ditreskrimum Polda Sumatera Utara.

Baca Juga: Teddy Minahasa Bongkar Borok Internal Polri Ada Perang Bintang, Hotman Paris: Berjuang…

SH diketahui memiliki kedekatan dengan korban yakni Ken Admiral yang diduga menjadi penyebab terjadinya perselisihan dengan Aditya Hasibuan.

Dikutip AyoJakarta.com melalui YouTube METRO TV, Sabtu (29/4/2023), SH datang bersama 5 rekan Ken Admiral dan didampingi tim kuasa hukum.

Memasuki Gedung Subunit IV Renakta Ditreskrimum Polda Sumatera Utara pada Jumat Sore sekitar pukul 16.15 WIB.

Tim kuasa hukum dari saksi korban Irwansyah Putra Nasution menyampaikan SH hadir untuk memenuhi panggilan terkait awal mula penganiayaan terjadi.

Baca Juga: MAKIN PRAKTIS! Bagikan Status WhatsApp Kini Bisa Langsung ke Facebook dan Aplikasi Lain, Ini Caranya

Irwansyah menyebut bahwa pemeriksaan terhadap SH dilakukan sejak sore hari. Namun di tengah pemeriksaan sempat pulang terlebih dahulu ke rumahnya.

“Masih di bawah umur. Jadi pulang sebentar untuk izin kepada orang tuanya,” ujarnya.

Lebih lanjut Irwansyah mengungkapkan bahwa SH menyaksikan penganiayaan yang terjadi kepada Ken Admiral.

Baca Juga: Virgoun Jelaskan Lagu Bukti Bukan Karya Kebohongan, Netizen: Statement Buat Pertahankan Karier, Bukan Istri!

Menurutnya pada saat itu SH berada di mobil sedang menggendong keponakannya dan menyaksikan penganiayaan tersebut.

Meskipun demikian dirinya menyebut bahwa SH hanya melihat penganiayaannya saja di mobil tetapi tidak berada di lokasi kejadian.

“SH tidak ada di lokasi,” ujar Irwansyah.

Bukan hanya sosok wanita ini yang hadir, sejumlah rekan Ken Admiral yang pada saat kejadian berada di lokasi penganiayaan juga terlihat hadir memenuhi panggilan kepolisian untuk dimintai keterangan.

Baca Juga: Cuaks! Inilah Komentar Warganet Lihat Para Pejabat Kaya Seliweran di Layar TV yang Sering Jual Nama Rakyat!

Terlihat bahwa SH diperiksa sejak sore hari hingga malam hari atau sekitar 8 jam lamanya. Sosok wanita ini terlihat baru keluar dari Polda Sumut pada Sabtu dini hari.

Sebelumnya Dirreskrimum Polda Sumatera Utara, Kombes Sumaryono menyebut bahwa sebelumnya Aditiya Hasibuan dan Ken Admiral menjalin hubungan pertemanan.

Menurutnya sebelum penganiayaan terjadi sempat berbalas pesan dan membahas tentang wanita berinisial SH.

Baca Juga: VIRAL Bocah di Bawah Umur Kursus Mengemudi Mobil, Sang Ibu Klarifikasi: Untuk Memotivasi…

Terkait bagaimana isi pesan tersebut, Sumaryono menyampaikan bahwa awal mulanya Ken Admiral mengirimkan pesan kepada Aditya Hasibuan.

Pesan tersebut tidak lain menanyakan perihal hubungan antara Aditya Hasibuan dengan teman wanitanya yang berinisial SH.

Ia juga menyebut berdasarkan pengakuan, Ken Admiral menaruh hati kepada SH dan korban juga termasuk laki-laki yang protektif.

Menurutnya alasan dari Ken Admiral menanyakan tentang sosok wanita inisial SH tersebut diduga dilatarbelakangi rasa cemburu.

Baca Juga: BREAKING NEWS! Akhirnya Virgoun Klarifikasi, Akui Khilaf Selingkuh dan Minta Maaf

Namun kelanjutan pesan di antara keduanya menyebabkan tindakan Aditya Hasibuan yang berujung melakukan penganiayaan terhadap Ken Admiral.

Diduga yang menyebabkan penganiayaan tersebut dikarenakan faktor asmara. Kejadian penganiayaan ini hampir mirip dengan kasus sebelumnya.

Yang tidak lain penganiayaan yang dilakukan oleh anak pejabat pajak Mario Dandy kepada David Ozora yang turut melibatkan sosok perempuan berinisial AG. Apakah akan ada tersangka baru pada kasus ini?***

Reporter Sulistiyaningsih
Editor Irma Joanita