Nasional

Tiba-tiba Dipanggil, Ganjar Pranowo Curhat Saat Dipilih Jadi Bakal Calon Presiden PDIP: Saya Diberi.....

Oleh: Winna Anaziah Selasa 25 Apr 2023, 17:47 WIB
Ganjar Pranowo

AYOJAKARTA.COM – Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo mengaku tiba-tiba dipanggil oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan oleh PDIP.

Pasalnya, PDIP memanggil Ganjar Pranowo pada Jumat, 21 April 2023 di Istana Batutulis, Bogor, Jawa Barat.

Kehadirannya tersebut ternyata ditunjuk oleh Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri sebagai bakal calon presiden 2024.

Baca Juga: Ngakak! Suara Deddy Corbuzier Selawatan Bikin Gagal Fokus, Netizen: Kaget Om, Kirain Log Out Lagi

Tidak hanya PDIP, partai non parlemen yakni PSI dan Hanura uga turut mencapreskan Ganjar Pranowo.

Usai pemilihan tersebut, Ganjar Pranowo curhat saat dirinya mengetahui dipilih jadi Capres 2024.

Dilansir AyoJakarta.com dari kanal YouTube KOMPASTV pada Selasa, (25/4/2023), Ganjar mengaku tiba-tiba dipanggil oleh PDIP.

Dirinya menginap di Batutulis, kemudian keesokan hariya diumumkan menjadi bakal capres 2024.

Baca Juga: Bersiap Untuk Perjalanan Kembali? Jangan Lupa Perhatikan Prediksi Puncak Arus Balik 2023, Ada 2 Gelombang!

“Buat saya biasa saja, karena saya tiba-tiba dipanggil, terus kemudian saya menginap di Batutulis, kemudian pagi harinya diumumkan,” kata Ganjar.

Ia menilai Megawati memilih dirinya berdasarkan pertimbangan-pertimbangan dan doa.

“Jadi sepertinya Ibu Mega sudah melakukan perhitungan-perhitungan dengan segala data, dengan komunikasi saya yakin itu dengan banyak pihak,” jelas Ganjar.

“Kemungkinan dengan doa-doa beliau dan sebagainya, sehingga diumumkan, sebenarnya sesederhana itu sebetulnya,”  lanjutnya.

Tidak hanya itu, ia menceritakan bahwa sehari sebelum pemilihan Ganjar diberitahu akan ada pemilihan.

Kemudian, Ganjar diberi gambaran akan PR besar negara yang harus dibereskan.

“Yang disampaikan tentu isyarah bahwa besok akan diumumkan, lalu kita diberikan semacam frame bagaimana kita harus menjalankan pemerintahan,” tegas Ganjar.

“PR-PR besar ketatanegaraan yang must dibereskan, PR-PR pembangunan, kepentingan masyarakat, konstitusi yang sifatnya general,” pungkas Ganjar. ***

Reporter Winna Anaziah
Editor Aulli R Atmam