AYOJAKARTA.COM – Pada beberapa wilayah di Indonesia, akhir-akhir ini sinar matahari terasa sangat terik. Oleh karena itu BMKG memberikan imbauan kepada masyarakat mengenai sinar UV ekstrem.
BMKG memberikan informasi mengenai sinar UV ekstrem agar masyarakat dapat melakukan pencegahan pengaruh buruk dari sinar UV (Ultraviolet).
Sinar UV ekstrem ternyata memiliki sejumlah dampak buruk kepada manusia yang terpapar pancaran sinarnya.
Dilansir AyoJakarta.com dari kanal YouTube Info BMKG, sinar UV merupakan bagian dari gelombang elektromagnetik pancaran sinar matahari yang terbagi menjadi 3 bagian, yaitu:
- UV A: 315 – 400 nm
- UV B: 280 – 325 nm
- UV C: 100 – 280 nm
Baca Juga: UPDATE BMKG! Gempa Bumi 4.3 Magnitudo Guncang Kabupaten Keerom, Titik Lokasi Berada di Darat
UV B yang hanya memiliki panjang gelombang 100 – 280 nm, pada saat sampai ke bumi akan tertahan pada lapisan ozone. Sedangkan untuk UV B, 90%nya akan diserap oleh ozon, uap air, dan gas lainnya yang ada di atmosfer.
Berbeda halnya dengan UV A yang panjang gelombangnya 315 – 400 nm, sebagian besar UV A dapat mencapai permukaan bumi dengan jumlah 90 – 99%.
Sampainya sinar UV ke bumi salah satunya dipengaruhi oleh sudut datang matahari. Apabila semakin tegak sudutnya maka akan semakin banyak mengandung sinar UV, contohnya pada siang hari ketika matahari tepat berada di atas.
Terdapat indeks ultraviolet sinar matahari yang ketika index rendah akan bermanfaat bagi manusia sedangkan jika index tinggi maka akan berbahaya.
Untuk mengetahui index ultraviolet sinar matahari, dapat melihat informasi yang selalu diupdate pada laman BMKG.
Perlu diketahui bahwa index ultraviolet sinar matahari tertinggi terjadi pada pukul 10.00 – 16.00 WIB, BMKG mengimbau untuk waspada pada waktu-waktu ini.
Paparan sinar UV yang berlebih dapat berbahaya karena bisa menimbulkan hal-hal berikut:
1. Berisiko bagi kesehatan mata pada paparan yang berkepanjangan
2. Kulit terbakar matahari
3. Dapat merusak sistem kekebalan tubuh
4. Memunculkan alergi dengan menimbulkan ruam dan luka bakar sedang–berat
Baca Juga: Gempa Bumi Tuban M 6,9 Bikin Panik Warga Bali Hingga NTB, Ini Penjelasan BMKG!
Inilah beberapa tips untuk menghindari dampak negatif dari sinar UV yang berlebih:
- Batasi waktu di bawah sinar matahari terutama pada tengah hari
- Cari tempat teduh ketika berada di luar ruangan, bisa menggunakan pelindung seperti topi dan pakaian pelindung
- Gunakan tabir surya minimal 15 fps yang perlu diaplikasikan kembali setiap 2 jam
- Hindari sunlamps dan tanning parlour berlebih
- Batasi paparan sinar UV pada anak-anak karena masih dalam masa pertumbuhan yang lebih rentan
- Mengkonsumsi cairan dengan cukup agar tidak dehidrasi.***