AYOJAKARTA.COM - Gempa bumi Tuban dengan skala magnitudo besar yakni M 6,9 sore ini (14/4/2023) terasa luas hingga wilayah Kuta, Pulau Bali dan Mataram Nusa Tenggara Barat.
Padahal jarak antara Tuban dengan wilayah terjauh yakni Mataram NTB adalah sekitar 650 km, namun dampak guncangan di wilayah tersebut dirasakan cukup kuat dengan skala MMI IV.
Selain itu untuk daerah di Jawa Barat, gempa bumi dirasakan di Kabupaten Garut dengan skala MMI IV.
Baca Juga: Mudah Banget! Niat Bayar Zakat Fitrah, Bisa Dibayar Online Melalui BAZNAS Loh
Skala MMI IV dapat digambarkan pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah, di luar oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu berderik dan dinding berbunyi.
Tidak hanya itu, wilayah lain yang jauh dari Tuban dan terdampak lebih keras dengan skala MMI V adalah wilayah Kuta Bali.
Skala MMI V dapat digambarkan getaran dirasakan oleh hampir semua penduduk, orang banyak terbangun, gerabah pecah, barang-barang terpelanting, tiang-tiang dan barang besar tampak bergoyang, bandul lonceng dapat berhenti.
Daryono (Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG) melalui akun Twitternya @DaryonoBMKG (14/4/2023), menjelaskan penyebab guncangan gempa dapat terasa hingga jauh disebabkan karena hiposenter gempa yang sangat dalam.
Baca Juga: Shandy Aulia Gugat Cerai Suami, Netizen Sayangkan Perjuangan Menanti Anak Pertama
Berdasarkan hasil analisi dari BMKG mengatakan bahwa gempa bumi tersebut berada dikedalaman 643 km di Laut.
"Mengapa gempa laut jawa M6,9 mengguncang luas, ini karena kedalaman hiposenternya sangat dalam," tulis Daryono.
"Karena sumber gempanya sangat dalam maka dampak guncangannya memiliki spektrum yg luas, seluruh Jawa Bali hingga Nusa Tenggara," lanjutnya.
Baca Juga: 10 Link Twibbon Ucapan Hari Raya Idul Fitri 2023, Bisa Untuk Status di Media Sosial
Daryono menambahkan meskipun gempa bumi yang mengguncang tersebut berdampak luas, namun patut disyukuri karena tidak bersifat destruktif atau merusak.
Getarannya hanya bersifat mengayun pada gedung yang tinggi hingga memicu kepanikan masyarakat.
"Patut disyukuri gempa Deep Focus Laut Jawa M6,9 ini tidak destruktif hanya guncangannya melanda wilayah luas dan ada konten long period vibration shg gedung tinggi terdampak "swing" Membuat masyarakat panik/cemas," tulis Daryono.
Setelah guncangan tersebut terjadi, gempa bumi susulan pun dikabarkan terjadi dengan skala magnitudo M 5,5.
Baca Juga: Kapan Waktu Terbaik Membayar Zakat Fitrah? Simak Ini Penjelasan Ustadz Dr. Firanda Andirja, MA
Pihak BMKG pun terus menghimbau kepada masyarakat agar terus mengupdate informasi dari sumber yang benar dan tidak mudah percaya dengan informasi yang tidak jelas asal usulnya.***