AYOJAKARTA.COM- Anggota Polri di KPK yang bekerja sebagai Pegawai Negeri yang diperbantukan (PNYD) melakukan aksi walk out saat audiensi dengan Ketua KPK Firli Bahuri.
Hal itu terungkap lewat potongan rekaman suara yang beredar di media sosial Twitter.
Melansir dari kanal YouTube Metro Tv, Selasa (11/4/2023), terkuak dalam rekaman suara itu bahwa seluruh pegawai dipaksa mengikuti arahan dan perintah dari Firli Bahuri terkait dengan pencopotan Brigjen Endar Priantoro sebagai Direktur Penyidikan KPK.
Merasa tidak didengar pendapatnya, para pegawai di KPK lantas memutuskan keluar dari pertemuan tersebut.
Anggota Polisi di KPK sebelumnya meminta untuk Endar tetap bekerja di KPK sesuai dengan surat perintah dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Dalam surat itu, Jenderal Listyo memutuskan untuk memperpanjang masa penugasan Brigjen Endar Priantoro untuk bekerja di KPK sebagai Direktur Penyidikan KPK.
"Saya mohon maaf, saya tidak memberikan kesempatan untuk bicara, tapi yang pasti, saya titip itu saja. tolong ya jangan bersumber dari kita,"
"Mohon izin pak ketua, Terimakasih kehormatan, rekan-rekan penindakan penyidikan dari Polri. Terimakasih bapak, bapak sudah banyak memberikan arahan sejak 2017 bapak disini. Bapak sudah mendampingi kami sebagai Deputi kemudian sampai menjadi Ketua KPK. Hanya saja, menurut kami Bapak, jadi Bapak perlu membuat statement bahwa ini memang surat yang Bapak kirimkan pengembalian pak Endar, kami sangat berharap Bapak bahwa pak Endar tetap di sini, ujar salah satu pegawai (PNYD) di KPK.
"Kami berharap semuanya, baik penyidik maupun penyelidik berharap Pak Endar tetap menjadi Direktur Penyidikan dan melaksanakan tugas-tugasnya seperti biasa, seperti itu. Kalau Bapak tetap mengeluarkan surat pengembalian Pak Endar dan Pak Endar tidak boleh atau tidak berkesempatan untuk berdinas lagi di sini. Mohon maaf Bapak, kami selaku junior bapak. Mohon maaf sekali bapak, kamu walk out untuk sekarang ini." paparnya.
"Kami keluar dari forum ini, dari ruangan ini dan mohon maaf Bapak, kami atas perintah Bapak kami melanggar, Bapak. Siap." ujarnya lagi.
Mendengar pendapat dari PNYD tersebut, Firli Bahuri berdalih bahwa keputusan pengembalian Brigjen Edar bukanlah keputusannya sendiri melainkan keputusan bersama (Pemimpin KPK).
Fitri mengklaim jika dirinya tidak ada urusan atau masalah pribadi dengan Brigjen Endar atas pencopotannya sebagai Direktur Penyidikan KPK.
"Makanya tadi saya sudah sampaikan, keputusan adalah bukan keputusan sendiri, paham ya? paham? harus dipahami dulu. Ini bukan urusan pribadi. Enggak ada, saya sudah sampaikan berkali-kali bahwa enggak ada sama sekali. Jangan dibawa, tidak ada konflik bagi saya. Mohon maaf, saya tidak ada konflik pribadi dengan adik-adik saya." kata Firli Bahuri.
Selesai mengatakan hal tersebut, seluruh PNYD di KPK saat audiensi tersebut langsung melakukan walk out dari forum tersebut.
"Kami keluar saja, kami WO, Jenderal," ujar PNYD.
Baca Juga: Jadi Tersangka Atas Tiga Kasus Korupsi Oleh KPK, Bupati Meranti: Saya Mohon Maaf
"Entar dulu, duduk dong, bukan! ini belum selesai!," kata Firli.
Meski begitu, terdengar dari rekaman tersebut Firli Bahuri tampak mencoba menahan para junior-juniornya di KPK untuk mendengarkan penjelasannya lebih lanjut.***