Nasional

Piagam Pencalonan Anies Baswedan di Koalisi Perubahan, Bukti Komitmen Kebersamaan atau Pengulangan Pernyataan?

Oleh: Karseno AJ Senin 10 Apr 2023, 21:46 WIB
Piagam Pencalonan Anies Baswedan di Koalisi Perubahan, Apa Artinya?

AYOJAKARTA.COM--Pencalonan Anies Baswedan sebagai calon presiden pada pemilu tahun 2024 semakin menjadi wacana menarik.

Setelah sebelumnya Jusuf Kalla sempat menyerahkan sejumlah daftar nama Cawapres pendamping, kini publik diajak untuk kembali menyoroti Anies Baswedan.

Hal tersebut berkenaan dengan terpublikasinya suatu piagam kesepakatan antara partai politik yang turut mendukung pencalonan Anies Baswedan.

Adanya dokumen tersebut, kemudian disikapi banyak kalangan sebagai tanda bahwa Anies Baswedan tidak lebih dari Wayang sementara Partai Koalisi merupakan Dalang.

Substansi piagam kesepakatan, oleh Pengamat Politik sekaligus Direktur Lingkar Madani, Ray Rangkuti dinilai sebagai sebuah bentuk stagnasi politik.

Baca Juga: Kantongi Tiket Pilpres 2024, Eks Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan Tawarkan 2 Janji Ini, Apa Saja?

Sementara menurut Zulfan Lindan yang merupakan mantan Politisi Partai Nasdem, piagam tersebut tidak lain sebagai repetisi pidato Surya Paloh.

Hal tersebut dikarenakan pernyataan yang tertulis dalam dalam piagam, merupakan pernyataan Surya Paloh ketika mendeklarasikan Anies sebagai Capres.

“Itu sudah dari awal, sejak 3 Oktober tahun lalu, sehingga piagam kesepakatan bukan merupakan hal baru,” jelas Zulfan.

Sehubungan dengan adanya anggapan tersebut, Hendri Satria yang merupakan Founder Lembaga Survei KedaiKOPI memberi tanggapan.

Menurut Hensat sapaan akrabnya, piagam kesepakatan yang beredar di tengah masyarakat merupakan hal baru sekaligus bukti adanya komitmen menuju perubahan.

“Yang terpenting dalam proses ini, yang perlu digaris bawahi adalah proses demokrasi yang setia pada garis perubahan,” ujar Hensat.

Baca Juga: Terkuak! Hal Ini Ternyata Jadi Alasan Anies Baswedan Masuk ke Dunia Politik

Lebih lanjut, Hensat menjelaskan bahwa piagam kesepakatan juga merupakan bukti bahwa dukungan koalisi parpol sudah tertitik pada Anies Baswedan.

“Mereka bersepakat membentuk koalisi untuk membawa perubahan dan persatuan, intinya seperti itu,” imbuh Hensat.

Hensat menambahkan, dengan adanya piagam kesepakatan tersebut, maka keraguan yang mencuat di tengah masyarakat akan semakin tersapu.

Adanya penggunaan kata Perubahan dalam konteks koalisi pengusung Anies yang banyak mengalami degradasi makna, juga disikapi oleh Hensat.

Hendra menjelaskan bahwa esensi perubahan dalam koalisi perubahan yang mendukung Anies mengacu pada konsep kesatuan, guyub dan kebersamaan yang equal.

Pernyataan yang disampaikan Hensat juga tidak berseberangan dengan makna perubahan sebagaimana diyakini oleh Anies Baswedan.

Baca Juga: Terungkap! Ternyata Ini Rahasia Anies Baswedan Kuat Hadapi Haters: Nggak Perlu Khawatir sama Hal Ini

“Mas Anies sendiri menerjemahkan perubahan itu bukan berarti menghilangkan apa yang ada,” terang Hensat.

Adanya piagam kesepakatan, Hensat mempertegas merupakan salah satu bentuk perwujudan adanya komitmen sekaligus penyemangat tersendiri bagi koalisi.

“Kesepakatan itu merupakan hal yang menjadi spirit dari koalisi perubahan dan persatuan,” ujar Hendri Satrio.

Demikian seperti dikutip Ayojakarta pada Senin, 10 April 2023 dari kanal Youtube Akbar Faizal Uncensored. ***

Reporter Karseno AJ
Editor Kiki Dian Sunarwati