Nasional

Terlambat! Ditetapkan Sebagai Tersangka, Bupati Meranti Muhammad Adil Mengaku Khilaf Atas Perbuatannya

Oleh: Muhammad Lazuardi Iman Sabtu 08 Apr 2023, 12:57 WIB
Bupati Meranti, Muhamad Adil Mengaku Khilaf

AYOJAKARTA.COM--Bupati Kepulauan Meranti, Riau, Muhammad Adil, memohon maaf kepada masyarakatnya setelah terjaring operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Muhammad Adil terjerat permaninan anggaran pengadaan jasa umroh.

Sebelum ditetapkan sebagai tersangka,Bupati Kepulauan Meranti, Riau, Muhammad Adil menjalani pemeriksaan untuk dimintai keterangan perihal memainkan anggaran jasa umroh.

Pemeriksaan Bupati Kepulauan Meranti, Riau, Muhammad Adil dilakukan selama 7 jam di kantor KPK pada Jumat malam.

Saat keluar dari pemeriksaan tersebut, Bupati Kepulauan Meranti, Riau, Muhammad Adil telah menggunakan rompi orange yang identik sebagai tersangka.

Baca Juga: Plot Twist, Usai Bilang Kemenkeu Diisi Oleh Para Iblis, Bupati Meranti Muhammad Adil Justru Terciduk OTT Pihak

Tidak hanya itu Bupati Kepulauan Meranti, Riau, Muhammad Adil juga menyatakan permohonan maafnya kepada awak media yang telah menunggunya.

Ia pun merasa khilaf melakukan tindak pidana korupsi.

"Saya mengucapkan mohon maaf kepada seluruh warga Kepulauan Meranti atas kekhilafan saya," ungkap Muhammad Adil dilansir dari youtube KompasTv, Sabtu (8/4/2023).

Kekhilafan tersebut diungkapkan oleh Adil untuk seluruh masyarakat Meranti khususnya atas perbuatannya yang telah menyalahgunaan anggaran.

Baca Juga: Bupati Meranti Terjaring OTT KPK, Hartanya Capai Miliaran Hingga Punya 74 Bidang Tanah

Berdasarkan informasi, Adil diduga terlibat dalam tiga tindak pidana korupsi lebih dari satu perkara.

Operasi Tangkap Tangan (OTT) tersebut dilakukan pihak KPK pada Kamis (6/4/2023) dengan membuahkan hasil menangkap Adil beserta 27 orang lainnya.

KPK menegaskan akan terus melakukan penyelidikan dan penindakan terhadap praktik korupsi yang merajalela di Indonesia.

KPK juga mengimbau masyarakat untuk aktif melaporkan praktik korupsi yang ditemukan demi terciptanya negara yang bersih dan bebas dari korupsi.

Reporter Muhammad Lazuardi Iman
Editor Kiki Dian Sunarwati