AYOJAKARTA.COM - Bupati Kepulauan Meranti Muhammad Adil bersama puluhan orang lainnya terkena Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan oleh pihak KPK pada Kamis Malam (6/4/2023).
Dikutip AyoJakarta.com dari program Headline News yang ditayangkan pada akun YouTube METRO TV (7/4/2023), Ali Fikri (Kabag Pemberitaan KPK) menyampaikan bahwa ada dugaan uang masuk oleh penyelenggara negara kepada Bupati Meranti tersebut.
Setoran tersebut diduga berasal dari anggaran uang persediaan masing-masing dinas yang dipotong dengan persentase tertentu.
"Diduga adanya pemberian sejumlah uang oleh penyelenggara negara ya, dalam hal ini Bupati meranti, termasuk juga adanya dugaan pemotongan anggaran-anggaran dari dinas dinas ya yang ada di Kabupaten Meranti Provinsi Riau," ucap Ali Fikri.
"Informasi awal yang masuk ke KPK ini anggaran uang persediaan dari masing masing dinas yang kemudian yang diduga dipotong dengan prosentase tertentu dan disetorkan ke Bupati meranti,"lanjutnya.
Lebih lanjut Ali Fikri menerangkan bahwa beberapa orang yang terkena OTT bersama M. Adil merupakan Kepala Dinas dan juga turut diamankan Sekda Kabupaten Meranti.
"Ada beberapa Kepala Dinas termasuk juga Sekdanya ya yang turut juga diamankan, banyak dari dinas dinas di sana turut ditangkap bersama yang lain, berdasarkan informasi yang kami terima lebih dari 20 an orang yang kemudian ikut ditangkap dalam.kegiatan tangkap tangan oleh KPK ini," papar Ali Fikri.
Baca Juga: Pernyataan Kontroversial Bupati Meranti Menjadi Sorotan Publik Lantaran Kecewa Pada Kemenkeu
Ali Fikri juga menyampaikan ada dugaan bahwa setoran uang yang diberikan kepada M. Adil terindikasi untuk pencalonan dirinya sebagai Gubernur Riau.
"Informasi awal yang kami terima ada indikasi itu, sehingga nanti akan kita dalami lebih lanjut termasuk tadi motifnya apakah terkait dengan pencalonan calon Gubernur Riau," terang Ali Fikri.
Sebelumnya M. Adil pernah membuat kehebohan saat menanyakan soal dana bagi hasil tambang yang nilainya tidak adil bagi Kabupaten Meranti.
Ia bahkan menyebut Kementerian Keuangan dengan sebutan iblis atau setan karena kesal tidak ada kunjung mendapatkan penjelasan.
Hingga kini KPK masih memeriksa M. Adil bersama beberapa orang lainnya agar nantinya segera diumumkan beberapa hal perkembangan kasus tersebut.***