AYOJAKARTA.COM -- Sekretaris Pendiri Indonesian Audit Watch Iskandar Sitorus menyebutkan Rafael Alun merupakan komplotan. Ia mengatakan bahwa pimpinan mereka ada dua orang berada di Kemenkeu dengan jabatan eselon 1.
Iskandar Sitorus yakin bahwa Rafael Alun akan menjadi kunci, setelah melihat apa yang terjadi dengan keluarganya saat ini.
"Jadi Ini Rafael adalah komplotan, ini geng ini kelompok-kelompok yang cerdas dan saat ini pimpinan mereka ada disamping Ibu Sri Mulyani eselon 1 dua orang," kata Iskandar, dikutip dari kanal YouTube MetroTV, Rabu, 5 April 2023.
"Jadi kalau Rafael ini disentuh ini adalah kunci dari kotak pandora, kotaknya sudah ada di KPK kami sangat yakin ini akan tersentuh dan ini adalah hal untuk menggulung persoalan selama 20 tahun," sambungnya.
Baca Juga: Tegas! Rizky Billar Lewat Kuasa Hukumnya Bantah Tudingan TPPU dan Tak Mengenal Rafael Alun
Tidak hanya itu, Iskandar juga membeberkan ciri-ciri sosok yang sesungguhnya menjadi ketua komplotan Rafael Alun, ia menyebut bahwa sosok ini adalah orang yang berada di sisi dekat Menteri Sri Mulyani.
"Ciri-cirinya adalah yang melakukan ikut menandatangani program pengampunan pajak atau teks amnesti, saat salah satu perusahaan asal Mauritius yang kemudian berubah wujud menjadi berbadan hukum Indonesia sebagai pemilik salah satu bank di Indonesia," Ujar Iskandar.
Iskandar juga yakin bahwa bukti terkait keterlibatan pencucian uang Rafael Alun dengan pejabat eselon 1 kemenkeu itu sudah ada di tangan KPK dan juga berbagai aparat hukum.
"Itu sudah dipunyai di KPK juga di berbagai aparat hukum dan ada satu aparat hukum sudah memanggil mereka kok," kata Iskandar.
Iskandar menyebut bahwa tertangkapnya Rafael Alun ini akan membuka semua tabir kasus pencucian uang yang terjadi selama 20 tahun di Kementerian Keuangan.
Ia juga yakin dengan melihat kasus beruntun yang terjadi di keluarganya, Rafael Alun akan mengungkapkan sejujur-jujurnya dan menyeret orang-orang di gengnya.
"Kalau dilihat dari kasus beruntun pada keluarganya kemudian konsekuensi-konsekuensi yang diterimanya dari netizen warganet +62, kami yakin dia akan mengungkapkan sejujur-jujurnya karena dia sudah mengalami hal buruk sebab yang komplotan ini sepertinya sudah cuci tangan menghindar dari dia," papar Iskandar.***