Nasional

AHY: Moeldoko Masih Berkeinginan Ambil Alih Partai Demokrat Pasca 16 Kali Gagal!

Oleh: Cita Aryani. M Rabu 05 Apr 2023, 10:49 WIB
AHY Saat Memberikan Pidato Politik

AYOJAKARTA.COM-Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono mengatakan Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko bersama Dokter Hewan Jhoni Allen Marbun masih berupaya mengambil alih Partai Demokrat dari tangannya pasca KLB abal-abal di tahun 2021 yang gagal total. 

"Sebulan lalu, tepatnya tanggal 3 Maret 2023, kami menerima informasi bahwa KSP Moeldoko, dan Dr hewan Jhoni Allen Marbun masih mencoba-coba untuk mengambil alih Partai Demokrat. Pasca KLB abal-abal dan ilegal yang gagal total pada tahun 2021 yang lalu," ungkapnya. 

Sementara itu AHY mengungkapkan bahwa Moeldoko melakukan peninjauan PK nya terhadap Mahkamah Agung sebagai jalan terakhirnya untuk bisa merebut partai Demokrat. 

Baca Juga: Jangan Buru-Buru Upgrade, Ini Alasan iPhone 11 Lebih Worth It Dibanding iPhone 14

"PK ini merupakan langkah terakhir untuk menguji putusan kasasi MA dengan perkara No.487 K/TUN/2022 yang diputus 29 September 2022," kata AHY. 

Kemudian AHY menjelaskan alasan Moeldoko mengajukan PK tersebut karena ada 4 bukti baru yang bisa mengesahkan kepemimpinannya. 

"Kenyataannya, bukti yang dikirim KSP Moeldoko itu bukanlah bukti baru. Keempat novum itu telah menjadi bukti persidangan di PTUN Jakarta," katanya. 

Di sisi lain AHY menyebutkan bahwa tim kuasa hukumnya akan melakukan kontra memori banding atas pengajuan PK yang dilakukan Moeldoko tersebut. Sebab ia meyakini bahwa partai demokrat berada di posisi yang paling benar. 

Baca Juga: SUDAH BUKA! PLN Siapkan Mudik Gratis Keberangkatan Jakarta, Bali, dan Jatim, Daftar Lewat Online, Ini Caranya!

"Pengalaman empiris menunjukkan sudah 16 kali pengadilan memenangkan Partai Demokrat atas gugatan hukum KSP Moeldoko dan kawan-kawannya," kata AHY dengan tegas yang dikutip ayojakarta.com dari kanal youtube Kompas TV, Rabu (5/4).

Tak hanya itu saja, ia juga mengatakan bahwa situasi hukum di Indonesia mengalami musim pancaroba dimana PN Jakpus menunda Pemilu 2024. Dikarenakan adanya tekanan dan dorongan kepentingan politik dari pihak lainnya. ***

Reporter Cita Aryani. M
Editor Irma Joanita