AYOJAKARTA.COM — Sebelum ditahan KPK pada tanggal 3 April 2023, Rafael Alun Trisambodo sempat mengatakan asal muasal uang yang tersimpan dalam safe deposit box atau SDB.
Diketahui Rafael ditetapkan sebagai tersangka setelah diduga menerima gratifikasi dari perusahaannya sendiri yakni PT AME.
Adapun gratifikasi yang telah diterima oleh Rafael ini mencapai 90.000 ribu miliar dolar amerika.
Pada saat klarifikasi tentang uang SDB miliknya ia mengaku bahwa uang tersebut untuk hari tuanya bersama sang istri.
"Saya berpikir bahwa uang di safe deposit box itu adalah uang untuk hari tua saya bersama istri saya, tapi saya juga tidak menceritakan kepada istri saya uang itu seberapa banyak. Nilainya berapa, saya tidak terbuka kepada istri saya," kata Rafael.
Selain itu, Rafael selalu menanamkan sikap tidak merasa memiliki uang terhadap anak dan istrinya. Sebab ia takut kalau nantinya mereka tidak bisa dikendalikan ketika mengetahui dirinya memiliki uang.
Untuk sumber kekayaannya tersebut Rafael juga menjelaskan kalau ia sudah melaporkan laporan kekayaannya di SPT PPH orang pribadinya pada tahun 2010.
"Dimana saya jual aset-aset saya, ada 4 aset yang saya jual, lalu saya tukarkan dengan valuta asing dan saya juga cairkan reksadana saya, saya tukarkan ke valuta asing, saya simpan ke safe deposit box tersebut dalam bentuk uang cash dalam mata uang asing," kata Rafael.
Selanjutnya Rafael mengaku bahwa untuk jumlah uang di SDB tersebut ia tidak pernah mengetahui berapa estimasinya dengan kata tidak pernah mengunjungi bank tersebut.
"Untuk safe deposit box nilainya, saya nggak tahu karena jarang ke sana," kata Rafael dikutip dari youtube Metro TV.
Apalagi seperti yang diucapkan oleh Menkopolhukam Mahfud MD tentang bolak-balik ke bank plat merah ini juga bisa dilihat dari CCTV.
Rafael juga menegaskan bahwa jika ia berniat menyembunyikan SDB pasti menggunakan nama orang lain. Untuk SDB tersebut ia sudah milik sejak tahun 2007.***