AYOJAKARTA.COM -- Program Cek Kesehatan Gratis merupakan salah satu realisasi janji Presiden Prabowo dalam memberikan layanan kesehatan gratis bagi seluruh rakyat Indonesia, tanpa pengecualian, mulai dari bayi baru lahir hingga lansia.
Oleh karenanya, Wakil Menteri Agama (Wamenag), Romo Muhammad Syafi’i, mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk memanfaatkan program ini.
"Mari ramai-ramai manfaatkan kesempatan ini. Mengapa? Supaya biaya perawatan kesehatan kita menjadi lebih murah. Jangan tunggu sakit dulu baru berobat, karena berobat biasanya mahal," kata Wamenag dalam laporan resmi Kementerian Agama.
Wamenag juga merasa bangga bisa menyaksikan langsung momen bersejarah ini, yaitu pelaksanaan janji Presiden Prabowo terkait layanan cek kesehatan gratis untuk semua rakyat Indonesia.
Baca Juga: Ternyata Finalisasi Pendaftaran SNBP 2025 Mudah Banget! Begini Cara Unduh Kartu Peserta
Cara Ikut Cek Kesehatan Gratis
Seluruh warga negara Indonesia bisa memanfaatkan program ini dengan mengunduh aplikasi Satu Sehat dan mendaftarkan jadwal pemeriksaan, baik pada hari ulang tahun maupun maksimal 30 hari setelahnya.
"Jangan lupa download aplikasi Satu Sehat Mobile dan segera daftarkan jadwal cek kesehatan agar semua sehat dan no one left behind,” pesan Wamenag yang akrab disapa Romo.
Bagi yang lupa tanggal ulang tahunnya, tetap ada kesempatan 30 hari setelahnya untuk melakukan pemeriksaan. “Selamat ulang tahun! Jangan lupa cek kesehatan gratis di seluruh wilayah Indonesia,” tambahnya.
Program ini menawarkan dua jenis layanan utama:
1. Bagi yang sehat akan diberikan panduan pola makan dan gaya hidup sehat.
2. Bagi yang memiliki indikasi penyakit akan mendapatkan penanganan medis sesuai kebutuhan.
“Jika masih bisa ditangani di puskesmas, pelayanan dilakukan di sana. Jika membutuhkan tindakan lebih lanjut, pasien akan dirujuk ke rumah sakit dengan BPJS,” jelas Romo.
Wamenag juga menjelaskan tahapan awal dari program ini:
1. Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Puskesmas Saat Ulang Tahun (Mulai Februari 2025)
- Untuk anak usia 0-6 tahun dan semua yang berusia 18 tahun ke atas.
- Pemeriksaan dilakukan di Puskesmas pada hari ulang tahun atau hingga satu bulan setelahnya.
- Bagi yang berulang tahun antara Januari-Maret 2025, pemeriksaan dapat dilakukan hingga 30 April 2025.
2. CKG di Sekolah (Mulai Juli 2025)
- Untuk anak usia 7-17 tahun.
- Dilaksanakan serentak di sekolah-sekolah setiap awal tahun ajaran baru.
3. CKG Khusus untuk Ibu Hamil dan Balita
- Pemeriksaan rutin bulanan di Posyandu untuk memantau tumbuh kembang anak.
- Pemeriksaan lebih lengkap di Puskesmas pada tanggal ulang tahun anak.
Wamenag menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) dan memiliki target cakupan terbesar dalam sejarah sektor kesehatan Indonesia, yaitu seluruh rakyat Indonesia atau lebih dari 281 juta orang.
Selain sebagai bentuk implementasi amanat Undang-Undang Dasar 1945, program ini juga menjadi bukti nyata dari janji kampanye Presiden Prabowo yang disampaikan pada 8 November 2023 lalu.
Baca Juga: Kapan Gaji ke-13 dan THR ASN Cair? Menkeu Sudah Siapkan Rp186 Triliun di APBN 2025
Sebagai upaya sosialisasi, Wamenag meminta seluruh satuan kerja Kementerian Agama, termasuk kepala madrasah, penyuluh agama, dan rektor, untuk turut menyebarluaskan informasi ini kepada masyarakat.
Ia berharap, program ini dapat terus berjalan dan menjadi bukti nyata kepedulian pemerintah dalam meningkatkan kesehatan masyarakat Indonesia.