Nasional

Tidak Ingin Dikucilkan, Presiden Jokowi Minta Erick Thohir Kembali Buka Pembicaraan dengan FIFA

Oleh: Guruh Mayka Putra Jumat 31 Mar 2023, 16:47 WIB
Presiden Jokowi meminta Erick Thohir kembali membuka pembicaraan dengan FIFA terkait dengan sanksi yang akan didapatkan oleh Indonesia.


AYOJAKARTA.COM - 
Pasca gagalnya Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 tahun 2023, Ketua Umum Persatuan Sepak bola Seluruh Indonesia (PSSI), Erick Thohir langsung menemui Presiden Fifa, Gianni Infantino di Doha, Qatar.

Pertemuan tersebut dilakukan untuk membahas status tuan rumah Piala Dunia U-20 di Indonesia.

Tetapi, alih-alih mempertahankan status sebagai tuan rumah penyelenggara Piala Dunia U-20, Fifa justru mencabut status tuan rumah Indonesia.

Pasca bertemu dengan Presiden Fifa, Erick Thohir langsung bertemu dengan Presiden Jokowi dan melaporkan hasil pertemuan tersebut.

Baca Juga: Gantikan Indonesia, FIFA Resmi Tetapkan Argentina Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-20 2023

“Alhamdulillah saya sudah bertemu dengan bapak Presiden, melaporkan secara detail dari pada hasil meeting antara Presiden Fifa dengan saya di Doha, Kemarin,” kata Erick Thohir, dikutip dari siaran Kompas TV pada Jumat, Maret 2023.

Dalam laporannya kepada Presiden Jokowi, Erick Thohir membawa surat langsung dari Presiden Fifa, Gianni Infantino.

Surat yang dibawa oleh Erick Thohir kemudian diserahkan langsung kepada Presiden Jokowi.

“Dan juga saya membawa surat dari Presiden Fifa yang saya langsung berikan kepada bapak Presiden dan tentunya setelah membaca surat tersebut, bapak Presiden menginstruksikan saya 2 hal,” jelas Erick Thohir.

Baca Juga: KECEWA! Piala Dunia U-20 Hanya Mimpi, Kantor PSSI Dihujani Karangan Bunga, Erick Thohir Banjir Dukungan

Ketum PSSI tersebut menjelaskan bahwa setelah membaca surat dari Presiden Fifa, Presiden Jokowi menginstruksikan langsung 2 hal terkait dengan sepak bola Indonesia.

Erick mengatakan bahwa Presiden Jokowi meminta PSSI untuk segera membuat peta biru transformasi sepak bola Indonesia.

“Satu, segera membuat peta biru transformasi sepakbola Indonesia,” katanya.

Kemudian, Presiden Jokowi meminta Erick Thohir kembali membuka pembicaraan dengan Fifa terkait dengan sanksi yang akan didapatkan oleh Indonesia.

Baca Juga: Ganjar Pranowo Akui Kecewa Usai Indonesia Batal Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-20, Publik: ISUK DELE SORE TEMPE

“Yang kedua, bapak Presiden juga menginstruksikan langsung kepada saya untuk segera kembali membuka pembicaraan bersama Fifa untuk kita tetap menjadi bagian dari keluarga besar Fifa yang kita tahu Fifa sendiri terdapat 216 member dari berbagai negara salah satunya Indonesia,” jelasnya.

“Sehingga bisa diartikan bahwa Presiden tidak mau kita terkucilkan dari peta persepakbolaan dunia,” tambah Erick Thohir.

Dengan adanya instruksi langsung dari Presiden Jokowi, Erick Thohir selaku Ketua Umum PSSI mengatakan bahwa ia akan berusaha keras memastikan bahwa Transformasi sepak bola Indonesia dapat dilaksanakan.

Bukan hanya itu, Erick juga akan berusaha agar Indonesia dapat terhindar dari sanksi yang akan dijatuhkan oleh Fifa.

Baca Juga: Ganjar Pranowo Dituding Jadi Biang Keladi Gagalnya Piala Dunia U-20 di Indonesia, Jokowi Sudah Siapkan Sanksi?

“Oleh karena itu, saya tentu akan berusaha keras memastikan transformasi sepakbola Indonesia ini terjadi bukan wacana tapi benar-benar terjadi,” ujarnya.

“Dan saya juga akan bekerja keras untuk kembali bernegosiasi kepada Fifa untuk menghindari sanksi yang bisa terjadi,” sambung Erick Thohir.

Hingga saat ini Fifa belum menjatuhkan sanksi terhadap Indonesia atas gagalnya penyelenggaraan Piala Dunia U-20 di Indonesia.

Erick menyebutkan bahwa saat ini Fifa sedang mempelajari dan mempertimbangkan sanksi untuk Indonesia.

Baca Juga: Mimpi Anak Bangsa Hancur Imbas Gagal Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U20, Pengamat: Akibat Politik Busuk!

“Karena dari Fifa sendiri tentu mengharapkan hal-hal ini tidak terjadi tetapi tentu kalau kita lihat dari suratnya jelas bahwa Fifa sedang mempelajari dan mempertimbangkan sanksi untuk Indonesia,” pungkas Erick Thohir.***

Reporter Guruh Mayka Putra
Editor Tedi Rukmana