AYOJAKARTA.COM---Arteria Dahlan menjadi salah satu Anggota Komisi III DPR yang diwanti-wanti oleh Mahfud MD untuk berhadapan dengannya pada rapat dengar pendapat Rabu (29/3/2023).
Pasalnya, Mahfud MD mengetahui bahwa Arteria Dahlan adalah salah satu anggota DPR yang beropini cukup keras mengenai dana mencurigakan Kemenkeu saat rapat bersama PPATK sebelumnya.
Maka dari itu Mahfud MD menantang Arteria Dahlan dalam pertemuan rapat, namun sebelum rapat dilaksanakan, Arteria Dahlan mengaku telah dibully oleh netizen karena tidak berani menerima tantangan Menko Polhukam Mahfud MD.
Menanggapi kegaduhan akibat pernyataan dari Mahfud MD, Arteria Dahlan menyampaikan bahwa selama ini ia menahan diri untuk tidak berkomentar baik di WA group, sosial media ataupun saat menghadapi wartawan.
Dilansir AyoJakarta.com dari kanal YouTube TVR Parlemen (30/3/2023), Arteria Dahlan memilih untuk menyampaikan pendapatnya di forum resmi rapat dengar pendapat DPR yang dihadiri oleh Mahfud MD.
Arteria Dahlan menyampaikan bahwa dirinya menghormati Mahfud MD sebagai gurunya, tetapi Mahfud MD dinilai telah membunuh anak-anak didikannya dengan menyampaikan isu miring tentang anggota DPR.
Ia juga merasa keberatan ketika Mahfud MD menganggap Arteria Dahlan menghalang-halangi pengungkapan uang Rp 349 triliun yang berpotensi terdapat TPPU di dalamnya.
Arteria Dahlan menegaskan bahwa ia dan Anggota Komisi III DPR lainnya selalu support tetapi harus sesuai dengan aturan dan adab yang harus dipenuhi.
Menurutnya tidak ada aturan yang memberikan kewenangan baik PPATK maupun seorang Menko Polhukam untuk memaparkan temuan mencurigakan tentang keuangan negara kepada publik sebelum diselidiki terlebih dahulu.
Akibat dari pernyataan yang menduga adanya TPPU di Kemenkeu, Ditjen Pajak dan Bea Cukai maka masyarakat memukul rata bahwa semua pegawai Kemenkeu telah melakukan tindak pidana korupsi.
Padahal banyak pegawai pajak yang mengadu kepada DPR bahwa mereka bekerja secara jujur dan memiliki harta yang belum seberapa.
Ia cukup kaget pada saat Mahfud MD, Kepala PPATK Ivan Yustiavandana, dan Menteri Keuangan Sri Mulyani membuat gempar di publik dengan pernyataannya yang berbeda mengenai Rp 349 triliun.
Baca Juga: Tak Mau Ladeni Tantangan Mahfud MD, Arteria Dahlan Tegaskan akan Tetap Hadir Rapat
Perlu diketahui bahwa Mahfud MD merupakan Ketua Komite TPPU, Ivan Yustiavandana merupakan Sekretaris Komite TPPU dan Sri Mulyani merupakan Anggota Komite TPPU.
Namun ketiganya tidak kompak dalam menyampaikan informasi, dan bahkan sebelum informasi tersebut dapat dipastikan kebenarannya Mereka sudah menyampaikannya kepada publik terlebih dahulu sebelum ada penyidikan.
“Lucunya lagi ini dalam satu komite, yang satu ketuanya, yang satu sekretarisnya, yang satu anggotanya. Itu loh yang saya katakan negara ini negara lelucon. Kita bertiga aja nggak kompak, udah nggak kompak, keluar duluan ke publik,” kata Arteria Dahlan.***