AYOJAKARTA.COM - Agus Harimurti Yudhoyono alias AHY punya tantangan berat di Pilpres 2024.
AHY saat ini digadang-gadang menjadi salah satu cawapres yang bakal berlaga di Pilpres 2024.
Putra dari mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu ramai disebut berpeluang mendampingi Anies Baswedan.
Partai yang menaungi AHY, Demokrat, juga telah menyatakan dukungan kepada Anies.
Hanya saja, dalam urusan popularitas, AHY punya tantangan berat jika maju sebagai cawapres.
Direktur Eksekutif Indo Barometer M. Qodari menilai AHY tidak akan memiliki pengaruh yang cukup kuat di Pilpres 2024.
Ada dua faktor yang menurut Qodari membuat pengaruh AHY tidak besar, terutama jika dibandingkan dengan SBY.
“Pertama, SBY bukan AHY dan AHY bukan SBY," ujar Qodari seperti dikutip AyoJakarta.com dari Suara.com, Rabu (29/3/2023).
"Memang keduanya pernah Ketum Partai Demokrat, walaupun harus dikatakan juga bahwa AHY itu bisa jadi Ketum Demokrat karena faktor pak SBY. Sementara Pak SBY jadi Ketum Demokrat karena faktor dirinya sendiri,” katanya.
"Kemudian pak SBY pernah jadi menteri, AHY gak pernah menteri. SBY bertarung di pemilihan langsung, dia menang dua kali, AHY bertarung di pilkada kalah putaran pertana tahun 2017,” ungkapnya.
Karena itu, Qodari berpendapat bahwa penilaian publik terhadap AHY jelas berbeda dengan penilaian terhadap SBY.
Pengaruh SBY terhadap AHY pun dipandangnya tidak signifikan.
Maka dari itu, meningkatkan popularitas menjadi PR besar bagi AHY sebelum turun di Pilpres 2024.***
Artikel ini telah tayang di Suara.com dengan judul "Qodari Sebut AHY Sulit Tandingi Erick Thohir Sebagai Cawapres Terkuat di Pilpres 2024"