AYOJAKARTA.COM---Kabar menggemparkan datang dari mantan petinggi polri dan petinggi polri yang saat ini tengah berkasus dengan hukum.
Keduanya adalah Ferdy Sambo yang merupakan mantan Kadiv Propam dan Irjen Teddy Minahasa yang saat ini tengah jadi terdakwa kasus penyalahgunaan narkotika.
Dikabarkan jika Ferdy Sambo rupanya adalah sosok yang berada dibalik kasus narkoba yang kini sedang menjerat Irjen Teddy Minahasa.
Dikutip AyoJakarta.com kabar mengejutkan tersebut diunggah oleh akun Youtube bernama KANAL BERITA pada (27/3/23).
Video yang diunggah dalam akun Youtube dengan 87,1 ribu subscriber tersebut diberi judul seperti berikut.
“GEMPAR !! TERNYATA SAMBO DAN TEDDY SATU TUJUAN ??”
Kemudian pada thumbnail video juga diberi judul serupa dengan caption seperti berikut.
“SAMA-SAMA PENGHIANAT NEGARA TERNYATA ADA SAMBO DIBALIK KASUS TEDDY MINAHASA”
Lantas apakah kabar bahwa Ferdy Sambo adalah sosok yang berada dibalik kasus narkoba Irjen Teddy Minahasa tersebut benar?.
Setelah dilakukan penelusuran ddan ditonton hingga akhir, rupanya video yang diinformasikan oleh kanal Youtube tersebut adalah salah.
Faktanya isi dalam video tidak menginformasikan apapun yang sesuai dengan judul maupun caption pada thumbnail.
Kemudian fakta yang lain, video tersebut justru berisi pernyataan soal perbedaan proses hukum antara Ferdy Sambo dengan Teddy Minahasa.
Di mana kala itu Ferdy Sambo dilakukan PTDH terlebih dahulu baru menjalani hukum pidana sedangkan Teddy Minahasa menjalani hukum pidana dan hingga kini belum jalani proses PTDH.
Perbedaan proses penanganan kedua petinggi Polri tersebut disampaikan oleh Poengky Indarti selaku Komisioner Kompolnas yang ditayangkan oleh kanal Youtube Kompas TV pada (21/3/23).
Selain itu fakta yang lain, ilustrasi yang digunakan pada thumbnail video yang memperlihatkan Ferdy Sambo dan Irjen Teddy Minahasa tengah berjabat tangan jelas merupakan hasil editan.
Sehingga dari seluruh penjelasan tersebut, dapat disimpulkan jika kabar yang mengatakan bahwa Ferdy Sambo ada dibalik kasus Teddy Minahasa adalah tidak benar.
Informasi tersebut juga bisa dikategorikan sebagai hoaks karena memuat judul yang dapat menyesatkan publik.