AYOJAKARTA.COM — Keikutsertaan timnas Israel dalam Piala Dunia U-20, menimbulkan kontroversi di berbagai pihak.
Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyampaikan bahwa semua ormas Islam menolak timnas Israel ikut serta dalam Piala Dunia U-20.
Ketua MUI bidang Hubungan Luar Negeri menjelaskan alasan penolakan keikutsertaan Israel dalam ajang Piala Dunia U-20.
"Banyak elemen masyarakat yang menolak kehadiran Israel, alasan paling utama itu konstitusi, pembukaan UUD 1945 jelas sekali," ungkap Sudarnoto Abdul Hakim dalam Dua Sisi, dikutio Ahad, 19 Maret 2023.
"Penjajahan harus dihapuskan di muka bumi ini, dengan diberi izin secara official (warga Israel), dalam keyakinan saya dan masyarakat yang membela Palestina itu seperti menghianati pembukaan UUD 1945," sambungnya.
Tidak memiliki hubungan diplomatik antara Indonesia dan Israel menjadi alasan kedunya menurut Sudarnoto Abdul Hakim.
"Kedua, kita tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel, harusnya konsisten dengan teguh, supaya warga Israel jangan masuk dengan alasan apapun," ungkap Sudarnoto Abdul Hakim.
Selain itu Ali Mochtar Ngabalin selaku tenaga ahli KSP berpendapat bahwa Indonesia memiliki komitmen dalam memberikan pembelaan terhadap Palestina.
Baca Juga: Semifinal Piala AFF 2022, Berikut Prediksi Susunan Pemain Vietnam vs Timnas Indonesia
Kemudian mengecam keras tindakan-tindakan Israel atas warga Palestina yang seringkali tidak manusiawi.
"Urusan-urusan yang terkait dengan komitmen pemerintah Indonesia, dalam memberikan pembelaan kepada Palestina, kemudian mengutuk keras tindakan-tindakan Israel kepada Palestina itu merupakan bagian keras yang tidak bisa terpisahkan," ungkap Ali Mochtar Ngabalin.
"Oleh karena itu dalam event internasional yang akan segera dilaksanakan pada bulan Mei mendatang bagi Indonesia kita welcome, dalam catatan sejarah Indonesia kita menjadi tuan rumah untuk pertama kalinya,"sambungnya.
Dalam hal ini, Haikal Hasan selaku pendakwah juga mengingatkan pemerintah agar tidak pakai dua muka.
Perumpamaan tersebut merujuk pada satu sisi membela Palestina namun di sisi lain justru mengakui Israel.
Baca Juga: Cristiano Ronaldo Ingin Salah Satu Rekan di Timnas Portugal Gabung Al Nassr, Sebut Sosok Ini!
"Pemerintah dalam hal ini jangan pakai dua muka, kalau umpamanya tetap mengijinkan dan jadi, yang satu bilang mendukung kemerdekaan (Palestina) tapi yang satu mengakui negara itu (Israel), pakailah satu standar, pembukaan UUD 1945," ujar Haikal Hasan.
"Selama pemerintah Israel tidak memberikan kemerdekaan kepada bangsa Palestina maka sampai dengan diberikan kepada Palestina baru kita bisa mengakui, kalau tidak diberikan tidak akan mengakui," sambungnya.
Jika pemerintah bersikeras membuka panggung bagi timnas Israil, hal itu dinilai oleh Haikal seolah menginjak-injak pahlawan kita.
"Kalau secara official dia datang ke sini mewakili negaranya (Israel) itu kita namanya dua muka, kita menginjak-injak pahlawan kita," ungkap Haikal Hasan.
Bahkan sempat Israel melarang timnas Palestina untuk ikut serta, yang mana ini menunjukkan ada kaitannya soal politik meskipun dalam hal ajang olahraga sepak bola namun ini cakupannya sudah ke ranah politik internasional.
"Kalau kita lihat Israel, perlu diingat bahwa kesebelasan Palestina juga dilarang oleh Israel, itu politik, karena tidak ingin warga Palestina mendapat dukungan melalui sepak bola, itu boikot, boikot itu sikap politik," ujar Sudarnoto Abdul Hakim.***