AYOJAKARTA.COM - Rafael Alun masih jadi sorotan terlebih usai diperiksa KPK.
Harta kekayaan Rafael Alun menjadi sorotan karena tidak terdaftar dalam LHKPN.
Hal ini membuat Rafael Alun berakhir diperiksa KPK terkait dengan harta kekayaannya yang tak didaftarkan.
Baca Juga: Benarkah APA yang Jadi Sosok ‘Pembisik’ di Kasus Mario Dandy dan Bukan AG, Siapa Dia?
Hingga muncul banyak penemuan baru terkait dengan harta kekayaan Rafael Alun.
Mahfud MD jadi salah satu tokoh yang vokal membahas terkait dengan hal ini.
Banyak penemuan harta Rafael Alun yang juga tak tercatat.
Baca Juga: Golongan Manusia Ini Dapat Membahayakan Dunia, Mbah Moen: Jangan Sampai Kita Termasuk
Salah satunya adalah deposito di salah satu bank bernilai puluhan miliar rupiah.
Jumlah tersebut dicurigai belum sepenuhnya terungkap.
"Itu yang baru ditemukan sebagian lho, Rp37 miliar," ucap Mahfud MD dikutip AyoJakarta.com dari YouTube KompasTv pada Selasa (14/3/2023).
Baca Juga: BMKG: Kabupaten Mukomuko, Bengkulu Diguncang Gempa 3.7 Magnitudo
Kecurigaan ini muncul karena Rafael Alun nampak beberapa kali bolak balik untuk mengurus deposito tersebut.
Namun hal ini langsung dilakukan pemblokiran pada rekening Rafael Alun.
"Karena begini, beberapa hari sudah bolak-balik tuh dia, ke berbagai deposit box itu," ucap Mahfud MD.
"Langsung diblokir sama PPATK," tambahnya.
Baca Juga: Bersyukur Bisa Jadi Anggota Polri Lagi, Richard Eliezer Mengaku Dirinya Punya Utang Ini
Hal ini menimbulkan kecurigaan sehingga dicari dasar hukumnya.
"Nah dalam keadaan begitu, kemungkinan-kemungkinan yang lain belum diblokir. Nah ini diblokir lalu di koordinasikan, dicari dasar hukumnya ke KPK," katanya.
Mahfud MD juga meyakini jika hal ini bisa dibongkar ke depannya.
"Bisa enggak ini dibongkar? Bongkar. Isinya ketemu satu itu, satu deposit box itu sebesar Rp37 miliar," sambung Mahfud MD.
Baca Juga: Wawancara Richard Eliezer Dinilai Tak Mengandung Nilai Esensi, Irma Hutabarat Nilai Hal Ini
Dugaan Hasil Suap
Pusat Pelaporan Analisis dan Transaksi Keuangan (PPATK) menduga uang yang tersimpan di safe deposit box milik Rafael Alun dari hasil suap.
Kepala PPATK Ivan Yustiavandana menyebutkan ada dugaan dana suap.
Hal ini karena deposit Rafael Alun yang ditemukan adalah dalam bentuk dollar.
"Yang kita menduga demikian (uang hasil suap). Kan mata uang asing. Dari mana lagi?," kata Ivan mengakhiri.***