AYOJAKARTA.COM -- Hari Raya Nyepi 2023 akan segera tiba di pekan depan.
Pada Hari Raya Nyepi, umat Hindu di Bali biasanya memiliki tradisi khusus.
Ada sejumlah tradisi untuk menyambut Hari Raya Nyepi 2023 nanti.
Sehingga sebelum 21 Maret 2023, puncak Hari Raya Nyepi ada sejumlah tradisi yang pasti dilakukan.
Baca Juga: Tiga Aturan Utama dan Hal yang Dilarang saat Perayaan Hari Raya Nyepi di Bali
Pada momen Nyepi juga, biasanya banyak wisatawan yang berkunjung ke Bali untuk menyaksikan sejumlah tradisi ini.
Simak berikut ini sejumlah tradisi yang biasa dilakukan di Bali sebelum Hari Raya Nyepi.
Mulai dari Upacara Melasti hingga makna dari apa yang dilakukan saat Hari Raya Nyepi.
Berikut daftarnya seperti dirangkum AyoJakarta.com dari laman resmi Pemkab Buleleng pada Minggu (12/3/2023).
1. Upacara Melasti Sebelum Nyepi
Pelaksanaan upacara Melasti disebutkan dalam lontar Sundarigama seperti ini : “manusa kabeh angaturaken prakerti ring prawatek dewata”.
Baca Juga: Simak 3 Ritual Sambut Hari Raya Nyepi 2023 di Tahun Baru Saka 1945
Umat Hindu di Bali, melaksanakan upacara Melasti dengan mengusung pralingga atau pratima ida Bhatara.
Upacara tersebut dilaksanakan dengan melakukan persembahyangan secara bersama-sama ,menghadap ke laut.
Setelah upacara selesai dilakukan, pratima dan segala perlengkapannya dibawa ke Balai Agung di Pura Desa.
Makna pelaksanaan upacara Melasti ini identik sama dengan upacara Nagasarkitan di India.
Dalam upacara Melasti, pratima yang merupakan lambang wahana ida Bhatara, dibawa keliling desa menuju laut dengan tujuan agar kesucian pratima tersebut dapat menyucikan desa.
Sedangkan untuk upacara Nagasankirtan di India, umat Hindu akan berkeliling desa, sambil mengidungkan nama-nama Tuhan (nama smaranam) guna menyucikan desa yang dilalui.
2. Ogoh-ogoh Tidak Berhubungan dengan Nyepi
Dalam perayaan upacara Nyepi, Ogoh-Ogoh tidak memiliki hubungan secara langsung.
Ogoh-ogoh sebenarnya tidak memiliki hubungan secara langsung dengan upacara Hari Raya Nyepi.
Patung yang dibuat dari bahan bambu,kertas,atau kain ini merupakan bentuk kreativitas masyarakat, dalam memeriahkan upacara ngrupuk.
Kendati tidak ada hubungannya dengan hari Raya Nyepi, namun benda tersebut boleh dibuat sebagai pelengkap kemeriahan upacara, dengan syarat bentuk nya harus disesuaikan.
Misalnya berupa raksasa yang melambangkan Bhuta Kala.
3. Makna Puasa Nyepi
Saat Nyepi, umat Hindu melakukan kegiatan spiritual lainnya, yakni upawasa, mona, dhyana dan arcana.
Baca Juga: 30 Twibbon Desain Baru Tahun Baru Nyepi 2023, Cocok Diunggah di Sosial Media
Untuk kegiatan upawasa, umat hindu dilarang makan ataupun minum selama 24 jam, hal ini dilakukan agar menjadi suci.
Kata upawasa sendiri berasal dari bahasa Sanskerta yang artinya kembali suci.
Untuk kegiatan mona, yakni tidak diperbolehkan berbicara selama 24 jam, mona sendiri memiliki arti kata berdiam diri.
Dhyana yaitu melakukan keheningan dengan memusatkan seluruh pikiran hanya mengingat pada nama Tuhan.
Sedangkan untuk archana yakni melakukan persembahyangan seperti biasa di tempat suci atau di rumah.
Pelaksanaan kegiatan ini harus didasari oleh rasa ikhlas dan tanpa ada paksaan. Sehingga makna dari hari raya Nyepi bisa dirasakan.***(Putri Ratnasari)