Nasional

Tiga Aturan Utama dan Hal yang Dilarang saat Perayaan Hari Raya Nyepi di Bali

Oleh: Muhammad Lazuardi Iman Sabtu 11 Mar 2023, 17:03 WIB
Ilustrasi. Selain tiga aturan utama yang harus diikuti selama perayaan Nyepi, ada juga beberapa persiapan yang dilakukan oleh masyarakat Bali.

AYOJAKARTA.COM - Masyarakat Bali dan wisatawan yang berada di Bali akan merayakan Hari Raya Nyepi ke-1942 Caka pada Rabu, 25 Maret 2023 pukul 06.00 WITA sampai Kamis, 26 Maret 2023 pukul 06.00 WITA.

Nyepi merupakan hari raya keagamaan yang dilakukan untuk puasa, meditasi, dan introspeksi diri sebagai penghormatan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Tiga aturan utama yang harus diikuti selama perayaan Nyepi adalah tidak boleh keluar jalan raya, tidak boleh menyalakan lampu, dan tidak boleh berisik.

Baca Juga: Sambut Perayaan Hari Raya Nyepi atau Tahun Baru Caka 1945, Pemerintah Kota Denpasar Gelar Rapat Koordinasi

Pelanggaran aturan dapat dikenakan denda atau tindakan hukum, oleh karena itu, penting bagi warga Bali dan wisatawan untuk mematuhi aturan ini demi menjaga kerukunan dan kedamaian selama perayaan.

Perayaan Nyepi di Bali menjadi salah satu daya tarik wisata yang unik. Selama 24 jam, Bali menjadi sangat sunyi dan gelap, sehingga banyak wisatawan yang datang ke Bali khusus untuk merasakan suasana unik ini.

Namun, selama perayaan ini, wisatawan diharapkan untuk menghormati adat dan aturan yang berlaku di Bali.

Baca Juga: 30 Twibbon Desain Baru Tahun Baru Nyepi 2023, Cocok Diunggah di Sosial Media

Selain tiga aturan utama yang harus diikuti selama perayaan Nyepi, ada juga beberapa persiapan yang dilakukan oleh masyarakat Bali menjelang perayaan tersebut. Dilansir berbagai sumber, beberapa di antaranya adalah sebagai berikut.

1. Melasti

Beberapa hari sebelum Nyepi, masyarakat Bali melakukan upacara melasti, yaitu membersihkan patung-patung dewa dan mengambil air suci dari sumber-sumber air di pegunungan.

Baca Juga: Jelang Perayaan Hari Raya Nyepi, Inilah 4 Hal yang Dilarang saat Tahun Baru Saka, Apa Saja?

Air suci ini kemudian digunakan dalam upacara Nyepi.

2. Ogoh-ogoh

Di malam sebelum Nyepi, masyarakat Bali membuat patung raksasa dari anyaman bambu yang disebut ogoh-ogoh.

Patung ini kemudian diarak keliling desa sambil ditarik oleh anak muda yang memakai pakaian tradisional dan membawa obor. Tujuannya adalah untuk mengusir roh jahat yang ada di sekitar desa.

Baca Juga: Jadi Liburan? Berapa Hari Cuti Bersama Hari Raya Nyepi 2023? Simak Informasinya di Sini

3. Penutupan Bandara dan Pelabuhan

Selama Nyepi, semua bandara dan pelabuhan di Bali ditutup untuk sementara waktu.

Hal ini dilakukan untuk menghormati perayaan Nyepi dan memastikan bahwa tidak ada aktivitas yang berlangsung selama perayaan.

Perayaan Nyepi di Bali menjadi salah satu acara budaya yang paling penting dan dihormati oleh masyarakat Bali.

Baca Juga: Innalillahi! Dunia Hiburan Tanah Air Berduka, Aktor Senior Ikranagara 'Sang Kiai' Tutup Usia di Bali

Oleh karena itu, sebagai wisatawan yang berkunjung ke Bali selama perayaan Nyepi, sangat penting untuk menghormati dan mematuhi aturan yang berlaku.

Selain itu, wisatawan juga dapat merasakan suasana unik yang hanya dapat ditemukan selama perayaan Nyepi di Bali.***

Reporter Muhammad Lazuardi Iman
Editor Tedi Rukmana