AYOJAKARTA.COM - Buntut panjang wawancara eksklusif Richard Eliezer di salah satu stasiun televisi kini semakin memanas.
Bahkan, LPSK yang selama ini selalu melindungi Richard Eliezer pun memutuskan untuk mencabut perlindungan tersebut.
Selain itu, Pakar Hukum Pidana Asep Iwan Iriawan juga mengaku kecewa atas wawancara Richard Eliezer hingga membuat LPSK mencabut perlindungannya.
Dilansir AyoJakarta.com dari kanal YouTube MetroTV pada Sabtu (11/3/2023), dicabutnya perlindungan terhadap Richard Eliezer oleh LPSK ini menjadi argumen panas antara Asep Iwan Iriawan dengan Ronny Talapessy.
Asep Iwan Iriawan bahkan mengatakan dirinya sudah tak ingin ada komunikasi dengan Ronny Talapeesy.
"Nggak kita gak perlu komunikasi, tidak ada sekarang komunikasi. Telah terjadi keputusan LPSK yang dirugikan Richard, ini perjuangan semua pihak loh," tegas Asep Iwan Iriawan.
Menanggapi hal itu, Ronny Talapessy pun berusaha memberikan penjelasan.
"Betul, tapi kenapa tidak menyampaikan sebelum wawancara Pak," kata Ronny memberi tanggapan.
Sebab, menurut Ronny surat ijin untuk melakukan wawancara tersebut sudah dibuat dan LPSK menyatakan setuju.
Seakan masih geram Asep pun tetap mengungkapkan kekesalannya terhadap aksi tersebut.
"Itu sudah ada surat, tanya aja ke LPSK, kan mereka sudah rapat, sudah diingatkan, jangan ditayangkan. Artinya, kami katakan sebelum ditayangkan," kata Asep.
Bahkan, menurut Asep stasiun televisi yang akan menayangkan wawancara tersebut sudah diingatkan.
"Ngeyel kok TV ini," seloroh Asep.
Kemudian, Ronny mengatakan bahwa saat itu dirinya sudah langsung menghubungi pihak LPSK untuk menanyakan persetujuan penayangan wawancara tersebut.
"Saya konfirmasi langsung Pak, saya telepon kok," jawab Ronny yang langsung dipotong oleh Asep.
Ronny juga menjelaskan saat itu dirinya langsung berkomunikasi dengan Wakil Ketua LPSK Susilaningtias.
"Bu Susi sampaikan bahwa silahkan saja asal yang bersangkutan tidak keberatan," terang Ronny.
Asep dengan tegas mengatakan bawah cara ini adalah salah dan menyebut stasiun televisi tersebut ngawur.
"Ini cara-cara nggak bener, TV tersebut ngawur itu," tutup Asep.***