Nasional

LPSK Cabut Perlindungan Richard Eliezer Imbas Wawancara, Pakar Hukum Ngamuk: Hanya Gara-gara Ngejar Rating

Oleh: Admin Sabtu 11 Mar 2023, 12:33 WIB
Pakar Hukum Pidana Asep Iwan Iriawan angkat bicara soal pencabutan status perlindungan dari LPSK.

AYOJAKARTA.COM - Wawancara eksklusif terpidana kasus pembunuhan berencana Brigadir J, Richard Eliezer dengan salah satu stasiun televisi rupanya kini berbuntut panjang.

Akibat wawancara Richard Eliezer tersebut, LPSK memutuskan untuk mencabut perlindungan kepada mantan ajudan Ferdy Sambo itu.

Bahkan, pencabutan perlindungan kepada Richard Eliezer sudah diumumkan langsung oleh LPSK pada Jumat (10/3/2023).

Baca Juga: Viral Video Mario Dandy Menangis Saat Rekonstruksi Penganiayaan David, Netizen: Kasihan Harta Bapaknya Rp500 M

LPSK menilai bahwa Richard Eliezer telah melanggar aturan Pasal 32 huruf C 13 Tahun 2006 tentang Perlindungan Saksi dan Korban.

Untuk diketahui, pasal tersebut berisi tentang aturan bahwa saksi ataupun korban untuk tidak berhubungan dengan cara apapun dengan orang lain atas persetujuan LPSK selama masih dalam perlindungan.

Tak ayal, dicabutnya perlindungan terhadap Richard Eliezer ini membuat beberapa pihak ikut angkat bicara.

Baca Juga: Info Terbaru Jadwal dan Rute Ganjil Genap Puncak Bogor Jumat 10 Maret Hingga Minggu 12 Maret 2023, CEK DISINI!

Salah satunya yakni Pakar Hukum Pidana sekaligus mantan hakim Asep Iwan Iriawan.

Dalam paparannya, Asep Iwan Iriawan tampak kesal dengan pihak media yang seakan mengkesampingan peringatan dari LPSK.

Seperti diketahui, pihak LPSK sebelumnya telah memberikan surat peringatan agar wawancara bersama Richard Eliezer ini tidak ditayangkan.

Baca Juga: KPK Bergerak Bongkar Modus Pegawai Kemenkeu Sembunyikan Harta Kekayaan, Terungkap Ternyata Ini Caranya!

Namun, rupanya pihak televisi masih tetao menayangkan wawancara tersebut.

Asep Iwan Iriawan menyebut bahwa perlindungan Richard Eliezer dicabut akan berimbas kemana-mana.

"Kan yang butuh itu perlindungan terhadap JC (justice collaborator), itu yang penting kita kan, bayangin kalau sampai terjadi sesuatu sama Richard, siapa yang bertanggung jawab," tegas Asep dikutip AyoJakarta.com dari kanal YouTube MetroTV pada Sabtu (11/3/2023).

Baca Juga: Tangisan Mario Dandy saat Rekonstruksi Penganiayaan David Dinilai Sebagai Luapan Emosi Kemarahan, pada Siapa?

Bahkan, secara blak-blakan Asep menuding pihak televisi hanya mementingkan rating dan popularitas saja.

"Ini kan gara-gara maaf ya, ngejar rating atau popularitas dari media tersebut. Jangan begitu caranya dong," kata Asep.

Ia lantas mengatakan bahwa pihak media tersebut dengan cara eksklusif ingin menonjol lebih dulu yang menjadi korban adalah Richard Eliezer.

Baca Juga: WAJIB HAFAL! Doa Jelang Ramadan yang Diajarkan Ustaz Adi Hidayat Agar Diberi Kekuatan, Kesehatan Jalani Puasa

"Itu perjuangan emak-emak, kami aktivis organisasi dan semua sekarang hanya gara-gara kepentingan satu pihak media tersebut dan jurnalis tersebut sekarang yang jadi korban Richard," ungkapnya.

"Sia-sia perjuangan kami," tambah Asep.***

Reporter Admin
Editor Dessy Rahmawati