AYOJAKARTA.COM - Soal harta kekayaan dua pegawai Kemenkeu, Andhi Pramono dan Rafael Alun kini diperbincangkan.
Kepala Bea Cukai Makassar, Andhi Pramono memiliki kekayaan dan transaksi yang tak kalah dibanding Rafael Alun, pejabat eselon II Ditjen Pajak.
Soal harta kekayaan dan transaksi fantastis antara Andhi Pramono dengan Rafael Alun memang sangat menarik.
Baca Juga: Kabar Gembira! BPNT Sudah Cair, Pahami Mekanisme Pencairannya Lewat Cara Berikut Ini
Hal ini karena keduanya kerap kali membagikan kehidupan mewah sehingga viral di media sosial.
Rafael Alun sudah menjalani pemeriksaan KPK terkait harta kekayaannya.
Sedangkan Andhi Pramono akan segera menyusul Rafael Alun dan diperiksa KPK terkait dugaan kejanggalan pada kekayannya.
Terlebih rumah Andhi Pramono bak istana viral di emdia sosiak, namun KPK belum bisa memastikan soal hal ini apakah sudah masuk dalam daftar kekayaan Kepala Bea Cukai Makassar ini.
"Tapi lihat fotonya (di media sosial) apa iya yang ini ya? Daripada kita nebak-nebak nih, mending kita undang saja minggu depan." kata Pahala.
Berdasarkan data LHKPN 2021, harta kekayaan Andhi Pramono mencapai Rp13,75 miliar.
Baca Juga: Kepala Eksekutif LPS: Biaya Distribusi Tinggi Dapat Dikurangi dengan Pemerataan Digitalisasi Ekonomi
Tersebar dalam berbagai aspek, tanah dan bangunan, hingga kendaraan dan surat berharga.
PPATK Bandingkan Harta
Kepala PPATK, Ivan Yustiavandana menungkap ada adu balap antara transksi keuangan Rafael Alun dengan Andhi Pramono.
Sehingga diungkap sebagai aksi saling salip layaknya angkutan antar kota antar provinsi (AKAP).
Baca Juga: Postur Tubuh Ammar Zoni Bikin Pangling, Netizen Duga Sengaja Pakai Narkoba Demi Kuruskan Badan
"Seperti bis AKAP saling salip," kata Ivan dikonfirmasi wartawan.
Untuk harta kekayaan Rafael Alun ada di 40 rekening bank miliknya dengan nilai mencapai Rp500 miliar.
Sedangkan uang tunai yang dimiliki Andhi, PPATK juag menemukan ada dana masuk dari perusahaan maupun pembelian barang mewah.
"Setoran tunai jumlah besar, dari perusahaan-perusahaan, pembelian barang-barang mahal dan lain-lain," tandas Ivan.***