Nasional

Cadas! Perjalanan Kejujuran Richard Eliezer, Dari Penggemar Olah Raga Alam Bebas Hingga Menjadi Penghuni Lapas

Oleh: Karseno AJ Jumat 10 Mar 2023, 07:34 WIB
Richard Eliezer alias Bharada E

AYOJAKARTA.COM--Meski berulang kali ditolak sebagai anggota Polri, Richard Eliezer yang menyenangi kegiatan alam bebas tidak menyerah.

Tekad untuk menjadi anggota Polri Richard Eliezer yang sudah dirintis sejak tahun 2016, menemui hasil di tahun 2019.

Berbekal uang tabungan yang dikumpulkan ketika menjadi pegawai hotel, Richard Eliezer memulai pendidikan di Watukosek, Jawa Timur.

Masyarakat dunia kemudian mengenal sosok Richard Eliezer ketika anggota Polri berpangkat Bharada itu terlibat kasus penembakan.

Baca Juga: Wawancara Eksklusif Richard Eliezer Tetap Tayang Meski Perlindungan Dicabut, Ronny Talapessy: Ga Papa Ada Saya

Pada 8 Juli 2022 seorang polisi berpangkat Brigadir, Joshua Hutabarat dikabarkan tewas setelah baku tembak dengan Bharada Eliezer.

Secara resmi Polri kemudian mengeluarkan pernyataan bahwa peristiwa tersebut dilatarbelakangi upaya pencegahan dari perbuatan asusila.

Putri Candrawati, istri Ferdy Sambo yang saat itu menjabat sebagai Kadiv Propam Polri dikabarkan menjadi korban pelecehan yang dilakukan Brigadir J.

Kasus tersebut semakin meluas ketika tim kuasa hukum Brigadir Joshua mendapati sejumlah keganjilan.

Namun Bharada Richard Eliezer yang ketika itu telah ditetapkan sebagai tersangka, berhasil mengubah alur cerita dibalik kasus besar tersebut.

Baca Juga: Nasib Kapolri di Ujung Tanduk, Ternyata Buku Hitam Sambo Berisi Kebusukan Para Perwira Tinggi Polri, Benarkah?

Kejujuran yang diajarkan kedua orang tua, serta permintaan dari keluarga Brigadir J membuat Richard memilih untuk jujur.

Akibat kejujuran tersebut, Ferdy Sambo, Putri Candrawati, Ricky Rizal, Kuat Maruf serta sejumlah oknum petinggi polisi kemudian ikut terseret dalam pusaran kasus.

“Saya ingin jujur karena diingatkan orang tua saya untuk selalu berkata jujur,” jelas Richard ketika ditanya alasan dibalik perubahan keputusannya.

Keputusan Richard Eliezer untuk mengedepankan kejujuran juga didasari oleh keinginan menghindari tekanan di dalam batin.

“Ada gejolak batin pada saat itu, antara berani berkata jujur atau tidak,” terang Richard dalam sebuah wawancara

Baca Juga: Waduh! Simpati Publik Berubah Jadi Makian Sejak Kamaruddin Simanjuntak Minta Naikkan Jabatan Yosua

Perintah menjalankan rancangan Ferdy Sambo, dengan ajaran kedua orang tua tentang pentingnya jujur membuat Richard mengalami dilema.

Namun demikian, usai memutuskan untuk konsisten dengan kejujuran, Richard mengakui sudah tidak mempersoalkan lagi faktor resiko.

“Saya sudah tidak memikirkan resiko, saya menyerahkan semua kepada Tuhan, saya pasrahkan masalah dan hidup saya,” imbuh Richard.

Kepasrahan dan kejujuran itulah yang kemudian mendapat sorotan khusus dari Jenderal Listyo Sigit Prabowo selaku Kapolri.

Baca Juga: Bagaimana Kabar Vonis Mati Ferdy Sambo? Catat Jadwal Pembacaan Putusan Banding Kasus Kematian Brigadir J

“Dia menjadi maskot terhadap keberanian untuk menyampaikan kejujuran, ini yang perlu dicontoh oleh seluruh anggota,” terang Kapolri.

Kejujuran Richard Eliezer, meskipun dinilai Kapolri sempat terlambat kemudian dijadikan alasan untuk Richard tetap diperbolehkan menggunakan seragam dinas Polri. Namun ia kini masih harus menjalani hukuman di lapas sebagai konsekuensi perbuatannya. Hakim telah memutuskan vonis hukuman 1 tahun 6 bulan kepada Eliezer.

“Itu kebanggaan buat saya, dan buat keluarga saya,” pungkas Richard seperti dikutip Ayojakarta pada Jumat, 10 Maret 2023 dari kanal Youtube Kompas TV.   ***

Reporter Karseno AJ
Editor Kiki Dian Sunarwati