AYOJAKARTA.COM – Peristiwa G30 S PKI meninggalkan sejarah kelam dan tragis bagi negara Indonesia.
Pasalnya dalam Gerakan 30 September tahun 1965 ini menelan banyak korban tak bersalah.
Peristiwa berdarah ini bermula saat munculnya isu untuk mengkudeta Presiden Soekarno.
Baca Juga: Haru! Perlakuan Trisha Eungelica Saat Jenguk Ferdy Sambo Dibongkar Seali Syah Istri Hendra Kurniawan
Dimana dalam dari upaya kudeta terhadap Soekarno tersebut didalangi oleh Partai Komunis Indonesia atau PKI.
Namun rupanya peristiwa G30 S PKI tersebut tak hanya meninggalkan sejarah kelam namun juga berbuntut panjang hingga saat ini.
Bahkan tragedi tersebut berimbas pada adanya diskriminasi terhadap para keturunan PKI.
Terbaru Menkopolhukam Mahfud MD kembali menyuarakan soal peristiwa kelam yang terjadi tahun 1965 silam tersebut.
Baca Juga: Andhi Pramono Kepala Bea Cukai Makassar Terseret Kasus Pamer Harta, Lantas Berapa Harta Kekayaannya?
Dikutip AyoJakarta.com dari Instagram @mohmahfudmd pada (9/3/23), Mahfud MD mengunggah potongan video dari Letjen TNI (Purn) Kiki Syahnakri soal korban dari PKI.
Dalam video tersebut, Letjen TNI (Purn) Kiki Syahnakri menuturkan soal sikap pemerintah yang tidak menyampaikan permintaan maaf kepada para keturunan PKI.
Letjen TNI (Purn) Kiki Syahnakri sendiri menyampaikan hal tersebut melalui Youtube PPAD TNI TV pada (8/3/23).
“Saya ingin menjelaskan atas permintaan PPAD tentang hasil dari TPP HAM kebetulan saya salah satu anggota TPP HAM,” ujar Letjen TNI Purnawirawan Kiki Syahnakri.
Baca Juga: Soal Richard Eliezer Ingin Tetap Jadi Brimob, Martin Simanjuntak Lihat Hal Ini
Purnawirawan TNI tersebut lantas menegaskan pemerintah sama sekali tidak ada permintaan maaf terhadap para korban keturunan PKI.
“Jadi tidak benar kalau TPP HAM atau pemerintah mengatakan bahwa pemerintah minta maaf kepada para korban, entah itu korban 65 dan lain-lain itu tidak ada kata permintaan maaf, tidak diusulkan juga oleh tim PP HAM,” jelas Letjen TNI Purnawirawan Kiki Syahnakri.
Letjen TNI Purnawirawan Kiki Syahnakri juga menjelaskan jika yang diusulkan hanyalah beberapa pernyataan seperti berikut.
“Yang diusulkan adalah mengakui, disesalkan, itu yang diucapkan Bapak Presiden bukan permintaan maaf. Jadi ini mungkin ada kepentingan politik untuk mengangkat itu,” jelas Letjen TNI Purnawirawan Kiki Syahnakri.
Mahfud MD pun ikut menyerukan apa yang disampaikan oleh Letjen TNI Purnawirawan Kiki Syahnakri soal tidak adanya permintaan maaf Presiden kepada para keturunan PKI.
Hal itu disampaikan oleh Mahfud MD melalui caption yang ia sematkan dalam unggahan Instagramnya.
“Tidak ada permintaan maaf Presiden kepada keturunan PKI, seperti penjelasan Letjen TNI (Purn) Kiki Syahnakri,” yulis Mahfud MD dalam postingan Instagramnya.***