Nasional

Jelang Perayaan Hari Raya Nyepi, Inilah 4 Hal yang Dilarang saat Tahun Baru Saka, Apa Saja?

Oleh: Karseno AJ Selasa 07 Mar 2023, 13:07 WIB
Tradisi Upacara Melasti yang dilakukan 2 hari sebelum Hari Raya Nyepi dilakukan di Bali

AYOJAKARTA.COM - Berdasarkan Surat Keputusan Bersama atau SKB 3 menteri, pemerintah menetapkan Hari Nyepi jatuh pada 22 Maret 2023.

Hari Raya Nyepi merupakan hari besar bagi umat Hindu yang dirayakan setiap pergantian tahun baru Saka.

Sebagai salah satu wilayah dengan penganut Hindu terbanyak di Indonesia, Hari Raya Nyepi di Bali selalu menjadi daya tarik.

Sebab Pulau Bali yang identik dengan dunia pariwisata dan penuh dengan keramaian, berubah menjadi seperti kota mati tanpa penerangan listrik.

Baca Juga: Jadi Liburan? Berapa Hari Cuti Bersama Hari Raya Nyepi 2023? Simak Informasinya di Sini

Pergantian tahun baru Saka yang dimulai sejak 78 Masehi dirayakan oleh umat Hindu dengan melakukan Nyepi.

Kata Nyepi berasal dari kata sepi, sunyi atau senyap, di mana di hari ini tidak ada aktivitas seperti hari-hari biasanya.

Tujuan menyepi bagi umat Hindu adalah memohon kepada Tuhan untuk membersihkan Bhuana Alit atau mikro kosmos dan Bhuana Agung atau makro kosmos.

Sebelum diadakan perayaan Nyepi sebagai momentum puncak, umat Hindu akan melakukan serangkaian ritual menarik.

Baca Juga: Nyepi, Bandara Ahmad Yani Tak Operasikan Penerbangan ke Denpasar

Melasti, merupakan upacara yang bertujuan untuk membersihkan segala kotoran yang terdapat dalam badan serta pikiran.

Selain itu juga sebagai bentuk pembersihan diri atas segala perbuatan yang telah terjadi di masa lalu.

Laut atau sumber air akan dijadikan sebagai tempat tujuan melakukan permohonan kepada Tuhan agar diberi kekuatan menjalankan Nyepi.

Setelah dilakukan upacara Melasti, sehari sebelum Nyepi, umat Hindu akan melanjutkan dengan menggelar Upacara Tawur Kesanga atau Tawur Mecaru.

Baca Juga: Catat! Ini Aturan Naik Kereta Api Saat Libur Isra Miraj dan Nyepi

Pada setiap tingkat wilayah tinggal, upacara digelar di satu pusat kegiatan dengan ragam jenis sesaji yang menyesuaikan dengan kemampuan wilayah masing-masing.

Dalam ritual Tawur Kesanga, umat Hindu akan menggelar pawai Ogoh-ogoh dan melewati jalan-jalan desa.

Selain membawa ogoh-ogoh, masyarakat Hindu juga merayakannya dengan membunyikan suara, baik dengan alat musik pukul atau tabuh.

Pembuatan ogoh-ogoh diperkenankan dengan tetap memperhatikan unsur etis atau kesopanan, estetika atau keindahan serta religius.

Setelah kedua ritual tersebut dilakukan, pada puncak perayaan Hari Nyepi umat Hindu akan melaksanakan hari besar keagamaannya.

Baca Juga: Anies: Kegiatan Hari Raya Nyepi di Jakarta Dilakukan Tanpa Keramaian

Dimulai dari pukul 6 WITA, umat Hindu akan berhenti dari segala aktivitas rutinnya selama 24 jam hingga pukul 6 WITA di hari berikutnya.

Selama 24 jam umat Hindu diharuskan melakukan pendalaman batin dan penajaman rohani agar setelah perayaan Nyepi mengalami pembaharuan diri.

Selama itu, umat Hindu tidak diperkenankan untuk menyalakan api, beraktivitas fisik atau bekerja, bepergian, serta sesuatu yang bersifat rekreatif atau senang-senang.

Setelah serangkaian upacara Nyepi selesai dilakukan, umat Hindu akan menutupnya dengan Ngembak Geni, bersyukur telah melewati Nyepi.

Demikian informasi rangkaian Hari Raya Nyepi dikutip Ayojakarta dari YouTube Ajeg Bali Channel pada Selasa, 7 Maret 2023.***

Reporter Karseno AJ
Editor Fathul Amanah