AYOJAKARTA.COM - Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini kembali jadi sorotan publik usai video kegiatan mencuci mobil dinas di halaman parkir beredar luas di media sosial.
Aksi nyeleneh yang dilakukan oleh Mensos yang akrab disapa Risma tersebut ramai diperbincangkan publik usai diunggah oleh akun Twitter @Onlyfrens.
Video tersebut diunggah pada Minggu (26/2/2023) dengan caption,"Sementara itu disisi lain ada pula pejabat yg berkelakuan aneh. Tampaknya lebih suka bersolo karir daripada ramean kyk ormas."
Baca Juga: Menang 2-0 atas Newcastle United di Laga Final, Manchester United Juara Piala Carabao 2022/2023
Dalam video tersebut, terlihat Mensos Risma mengenakan pakaian putih dan celana hitam, serta sepatu boot berwarna merah.
Kemudian Mensos Risma menyemprotkan air ke mobil berplat merah menggunakan selang yang ia pegang.
Bukannya mendapat atensi yang positif dari publik, sebagian besar justru mencibir aksi tersebut.
Warganet media sosial Twitter menilai bahwa aksi mencuci mobil tersebut bukanlah tugas utama dari seorang menteri sosial.
Bahkan mereka menilai bahwa masih banyak pekerjaan rumah bagi kementerian sosial seperti mengurus data DTKS agar bantuan sosial bisa lebih tepat sasaran.
"Cuci mobil suruh pegawai lain aja Buk Menteri. Jika Mensos bingung mau kerjain apa, saya izin saran:
1. Selesaikan data DTKS yg masih acak-acakan supaya penerima bansos tepat sasaran.
2. Perlindungan sosial bagi pekerja migran
3. Beresin maladministrasi program keluarga harapan," tulis @mazzini_gsp dikutip AyoJakarta.com pada Senin (27/2/2023).
Menurut akun @mazzini_gsp, DTKS sangat ruwet dan timpang, serta seringkali jadi kecemburuan sosial bagi masyarakat yang tidak kebagian bansos karena tidak terdata di DTKS.
Meski pengambilan data DTKS sudah diatur oleh Permensos RI No 3 tahun 2021 dan calon penerima bisa mendaftarkan diri secara online, namun perlu digaris bawahi bahwa tidak semua calon penerima melek teknologi, bahkan belum tentu punya gadget.
"Masalahnya pengambilan data DTKS menurut Permensos RI No.3 th 2021 di tingkat bawah itu data diambil oleh RT setempat. Ada cara lain, calon penerima bisa daftar online tapi gimana ya, fakir miskin belom tentu ngerti cara daftarnya bahkan boro-boro punya hp," timpal Mazzini.
Baca Juga: Ferdy Sambo Berpeluang Terhindar dari Hukuman Mati, Begini Penjelasan Soleman Ponto
Ia pun memberikan saran lain kepada Mensos Risma bahwa waktu bagi seorang menteri itu sangat berharga, lebih baik digunakan untuk melakukan evaluasi program dari Kemensos daripada membuang waktu seperti yang dilakukan oleh Risma di video tersebut.
"Setengah jam atau 1 jam waktu seorang menteri itu berharga, daripada cuci mobil, IMO waktu yg sempit itu bisa dipake buat ratas dengan jajaran di bawah beliau guna penyelesaian masalah data itu atau evaluasi program Kemensos," jelasnya.
Tak hanya sekali ini saja Mensos Risma melakukan aksi nyeleneh dihadapan publik.
Pada minggu lalu saat melakukan kunjungan kerja ke Balai Wyata Guna, Kota Bandung, Mensos Risma terlihat melakukan aksi sujud ke kaki salah satu guru penyandang tunanetra.
Baca Juga: Soal Vonis Mati Ferdy Sambo, Kamaruddin Simanjuntak Ungkap Ada Hal yang Tidak Adil dari Sosok Ini
Hal itu dilakukan Mensos Tri Rismahani saat berdebat dan ditagih janjinya untuk menghibahkan lahan Sekolah Luar Biasa (SLB) A Padjajaran.***