AYOJAKARTA.COM--Peristiwa penganiayaan yang dilakukan oleh Mario Dandy Satrio, seorang anak pejabat Dirjen Pajak viral di media Sosial.
Mario Dandy diketahui menganiaya David, anak seorang pengurus GP Ansor. Bahkan video penganiayaan yang terbilang sadis itu beredar di banyak media sosial.
Setelah dijadikan tersangka oleh kepolisian, beredar kabar bahwa Mario Dandy adalah lulusan Taruna Nusantara.
Namun, pihak Taruna Nusantara membantahnya, serta langsung membuat klarifikasi bahwa anak tersebut bukan lulusan Taruna Nusantara dan hanya bersekolah sampai kelas XI.
Kepala Humas SMA Taruna Nusantara, Drs. Cecep Iskandar, M.Pd menyatakan secara tertulis bahwa Mario Dandy Satrio bukan merupakan lulusan sekolah tersebut.
"Kami ingin meluruskan bahwa tersangka MDS bukan lulusan SMA Taruna Nusantara Magelang. Yang bersangkutan pernah bersekolah di sekolah kami sampai dengan kelas XI," demikian tertulis dalam klarifikasinya dilansir dari Instagram @sma.tarunanusantara pada (24/2/2023).
Pihak SMA Taruna Nusantara juga menyebut Mario Dandy Satrio pindah sekolah sesuai surat keterangan per- tanggal 5 Juli 2021.
Mario Dandy Satrio menjadi viral setelah dirinya diduga melakukan penganiayaan terhadap seorang anak pengurus Pusat GP Ansor bernama David.
Beredar kabar bahwa aksi premannya itu dilakukan setelah mendapat pengakuan dari teman wanitanya bernama Agnes bahwa David pernah melakukan pelecehan seksual saat masih berpacaran dengan teman wanitanya tersebut.
Setelah ditelusuri ternyata Mario Dandy Satrio adalah anak dari pejabat Dirjen Pajak dan sering pamer kemewahan. Bahkan kemewahan yang ditampilkan dinilai tak sesuai dengan harta kekayaan yang dilaporkan.
Atas tindakan penganiayaan tersebut korban David masih dirawat di ruang ICU RS Mayapada dan belum sadarkan diri hingga saat ini.