Nasional

Lepas Jabatan dari Menpora, Zainudin Amali Dicurigai Ada Udang di Balik Batu di PSSI, Pengamat: Bagi Saya Aneh

Oleh: Christy Ayu Saputri Rabu 22 Feb 2023, 14:17 WIB
Usai terpilihnya jadi Waketum PSSI, mundurnya Zainudin Amali (tengah) dari jabatan Menpora membuat sebuah pertanyaan besar.

AYOJAKARTA.COM -- Mundurnya Zainudin Amali dari jabatan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) membuat sebuah pertanyaan besar, apalagi hal itu dilakukan usai terpilihnya jadi Wakil Ketua Umum (WaketumPSSI untuk periode 2023-2027.

Menanggapi hal tersebut, Pengamat Sepak Bola Anton Sanjoyo mengaku curiga dan bertanya-tanya dengan keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi), yang sebelumnya mengizinkan menterinya untuk merangkap jabatan di PSSI.

Adapun menteri yang diizinkan tersebut adalah Menteri BUMN Erick Thohir dan Menteri Menpora Zainudin Amali.

Baca Juga: Gandeng Ketum PSSI Erick Thohir, Kapolri Jendral Listyo Sigit Bentuk Satgas Khusus untuk Berantas Mafia Bola

"Tanda tanya besar bagi saya kenapa justru Presiden Jokowi memberi lampu hijau, harusnyakan dia melarang." kata Anton Sanjoyo Pengamat Sepak Bola, dikutip dari siaran MetroTV, Rabu, 22 Februari 2023.

Menurutnya, hal ini adalah skema yang dibuat oleh pemerintah dalam rangka mengambil alih PSSI dengan cara yang brutal.

"Tapi buat saya ini, sebuah keputusan dari pemerintah untuk mengambil alih PSSI dengan cara yang sangat brutal," kata dia.

Lebih lanjut Anton atau kerap disapa dengan Bung Joy ini menyoroti soal Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI yang diadakan beberapa waktu lalu. Dimana dalam pemulihan wakil ketua umum PSSI terjadi drama kecurangan dalam pemungutan suara.

Baca Juga: Gebrakan Untuk PSSI, Erick Thohir: Kartu Merah Kepada Mafia Bola hingga Hukuman Seumur Hidup

Anton yakin dengan benar bahwa dalam kongres pemilihan Waketum PSSI tersebut ada penggembungan suara untuk Zainudin, dimana ia awalnya mendapatkan suara paling sedikit dibandingkan dengan tiga calon yang lainnya.

"Karena dalam KLB kita tahu betul ada penggembungan suara untuk Zainudin Amali dan itu dilakukan secara sistematis," ujarnya.

Ditambah lagi dengan drama mundurnya Yunus Nusi secara tiba-tiba dan memilih memberikan suaranya kepada Zainudin untuk maju sebagai Waketum PSSI periode 2023-20237.

"Bahkan ketika dia tidak terpilih Yunus Nusi dalam tanda kutip tiba-tiba mengundurkan diri dan mendorong Zainudin Amali yang di posisi ketiga menjadi Waketum, itu pun jadi Waketum satu," jelasnya.

Baca Juga: PSSI Tegaskan Berantas Match Fixing, Kapolri: Kami Sudah Siapkan Satgas Anti Mafia Bola

Apalagi, Zainudin Amali kemudian justru mendapatkan kursi jabatan Waketum satu daripada Ratu Tisha, padahal saat itu suaranya paling sedikit dibandingkan Ratu Tisha.

Anton menganggap seharusnya yang menduduki kursi jabatan tersebut adalah Ratu Tisha yang memperoleh suara terbanyak yakni 54 suara.

"Padahal kalah suaranya dari Ratu Tisha, buat saya ini aneh sekali," pungkasnya.

Untuk diketahui, dalam KLB Yunus Nusi tercatat memperoleh suara 1 poin lebih rendah dari Ratu Tisha yakni 53 suara, sedangkan Zainudin Amali memperoleh suara terendah yakni 44.

Apabila sesuai dengan voting suara tersebut dan Yunus Nusi tidak mundur dari pemilihan, maka seharusnya Ratu Tisha berhak atas jabatan wakil ketua satu dan Yunus Nusi menjadi wakil ketua dua di dalam PSSI.***

Reporter Christy Ayu Saputri
Editor Tedi Rukmana