Nasional

Warganet Sebut Papua Punya Teror Gempa Abadi, Daryono BMKG Jelaskan soal Fenomena Black Swan, Apa Itu?

Oleh: Zharifah Ardiana Selasa 14 Feb 2023, 05:51 WIB
Warganet Sebut Papua Punya Teror Gempa Abadi, Daryono BMKG Jelaskan soal Fenomena Black Swan, Apa Itu?

AYOJAKARTA.COM – Rangkaian gempa bumi yang mengguncang Papua sejak awal Februari, tepatnya sejak 2 Februari 2023 hingga saat ini terus terdata, membuat warga Papua cemas.

Bagaimana tidak, per 12 Februari 2023 terdapat lebih dari 1181 gempa bumi susulan, dengan 176 diantara dirasakan oleh masyarakat Kota Jayapura dan sekitarnya.

Dikutip melalui akun Twitter Daryono BMKG oleh AyoJakarta.com pada 14 Februari 2023, Daryono mengungkapkan pendapatnya secara pribadi terkait gempa Papua.

Baca Juga: GEGER! Prabowo Subianto Kerja Sama Dengan Sandiaga Uno Serang Anies Baswedan, Upaya Penjegalan? Cek Faktanya

Menurut Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, Daryono, data terbaru dimana 1181 gempa bumi susulan terjadi adalah data per 12 Februari 2023 pukul 13.00 WIT

Lebih lanjut, Daryono mengungkapkan bahwa gempa bumi ini merupakan aktivitas sesar yang belum ada namanya dan bersifat langka. Hal ini diketahui dari interaksi Daryono dengan seorang warganet.

“Kalo di Jayapura karena aktivitas sesar apa pak?” Tanya akun @sebuahinisial.

“Belum ada nama kak,” jawab Daryono.

Akankah Papua memiliki teror gempa bumi abadi? Kecemasan masyarakat semakin tampak dengan salah satu akun di media sosial Twitter mengungkapkan keresahaannya.

“Kota jayapura sekarang punya teror abadi. Gempa bumi yang hampir tiap hari, dengan magnitudo yang lumayan besar. Untung cuma 2 atau 3 detik dan diawali dengan suara gemuruh. Ada ahli geologi atau seismik yang bisa jelaskan fenomena ini? Ini barusan lagi gempa,” cuit akun @jayapuraupdate yang mana langsung ditanggapi oleh Daryono.

“Tidak abadi kak, akan selesai, itu earthquake sequance, multi fault aktif dan off fault seismicity, pernah terjadi di Ambon-Haruku akhir 2018 sebanyak 3500 lebih gempa terjadi, meneror dan beberapa bulan kemudian selesai karena akumulasi tegangan/stressnya sudah release semua. Selesai, kemudian aman,” balas Daryono melalui @DaryonoBMKG.

Meskipun gempa belum usai, Daryono membagikan sedikit pandangannya terkait gempa tersebut, yang disebut-sebut memiliki kemiripan dengan gempa di Ambon dan fenomena Black Swan Earthquakes atau Gempa Bumi Angsa Hitam.

“Secara pribadi menurut saya, fenomena Gempa Jayapura termasuk ‘Black Swan Earthquakes’: belum terpetakan dengan detail sumbernya, di luar prediksi para ahli, berdampak merusak dan membuat cemas masyarakat, peristiwa gempa yang langka - jarang terjadi,” tulis Daryono melalui Twitternya.

Kemudian, disebutkan oleh Daryono, gempa-gempa di Ambon tersebut beberapa bulan kemudian selesai karena akumulasi stressnya sudah release semua. Selesai dan kemudian aman.

Penjelasan tersebut pun ditegaskan kembali oleh Daryono dengan menggunakan grafik terbaru dari data akumulasi gempa di Papua.

“Saudaraku di Jayapura gempa ini pasti selesai. Fenomena ini mirip rentetan gempa Ambon-Haruku September 2019, dengan magnitudo 6,5 diikuti 2.601 gempa susulan dengan 292 gempa dirasakan warga. Awal 2020 teror gempa ini pun berakhir/selesai, sampai sekarang aman,” tulis @DaryonoBMKG.***

Reporter Zharifah Ardiana
Editor Aulli R Atmam