AYOJAKARTA.COM – Psikolog menjabarkan kemungkinan-kemungkinan penyebab adanya perilaku menyimpang ibu muda di Jambi yang melakukan pelecehan seksual terhadap anak-anak.
Korban dari ibu muda ini adalah 17 anak yang masih ada kemungkinan adanya penambahan lagi. Pelaku pelecehan seksual anak ini berinisial NT.
Pelaku melakukan pelecehan seksual dengan modus memberi rental play station secara gratis kepada anak-anak yang mau menuruti perintahnya.
Baca Juga: Siapa Erwin Aksa? Sosok yang Berani Bocorkan Utang Piutang Anies ke Sandiaga Uno, Berikut Profilnya
Dilansir AyoJakarta.com dari kanal YouTube tvOneNews (7/2/2023), Psikolog Analisa Widyaningrum menganalisis bahwa NT diduga memiliki hipersexuality yang salah satu kriterianya adalah adanya dorongan terus menerus untuk melakukan hubungan seksual.
“Kasus ini serupa dengan kasus yang saya temui di lapangan biasanya ke arah ada suatu kecenderungan melakukan seksual secara berlebih. Kalau menurut DSM 5 ini adalah hipersexuality,” kata Analisa Widyaningrum.
Ternyata orang yang memiliki hipersexuality ini akan berdampak negatif kepada dirinya sendiri jika menahan diri untuk tidak melakukan hubungan seksual.
Yaitu seperti mengalami hilang kendali pada diri sendiri, merasakan cemas yang tidak wajar dan juga panik.
Baca Juga: Penuh Haru! Tyo Pakusadewo Ungkap Momen Pertama Kali Bertemu Putrinya: Dia Meluk Gue Lama Banget
“Kalau dia tidak melakukan hubungan seksual itu seperti kehilangan kendali diri, bisa cemas, bisa anxiety, panik, dan lain sebagainya,” Analisa Widyaningrum.
Inilah sebabnya pelaku akan melakukan segala cara untuk memuaskan diri secara seksual meskipun dengan cara-cara yang tidak wajar.
Analisa Widyaningrum mengungkap ada kriteria lain selain hipersexuality, yaitu adanya trauma yang sebelumnya pernah dialami oleh pelaku.
Bisa saja sebelumnya pelaku ini merupakan seorang korban dari pelecehan seksual dimana dirinya kehilangan kendali dari kegiatan seksual yang tidak diinginkan olehnya.
Baca Juga: Istimewa! Jokowi Berikan Ucapan Selamat HUT Partai Gerindra Ke-15 dan Sebut Hal Mengejutkan Ini
Karena trauma yang dimungkinkan dimilikinya maka timbullah perilaku yang menggerakkan dirinya untuk membalikkan peran dari yang semula menjadi korban kemudian bertindak menjadi pelaku.
Hal tersebut dilakukan kepada orang-orang yang lebih lemah oleh karena itu NT mengincar anak-anak yang bermain play station di rumahnya.
“Pada saat trauma ini di bawah sadar, membuat mereka ingin melakukan hal serupa seperti mereka ingin membalikkan peran, saya ngga mau jadi korban, saya mau jadi pelaku,” kata Analisa Widyaningrum.
“Nah yang dicari adalah figure yang lemah yaitu perempuan, figure lemahnya adalah anak-anak dalam hal ini,” tambahnya.
Alasan lain yang bisa menyebabkan perilaku menyimpang ini adalah ingin adanya validasi karena kepuasan seksual yang didapat membuat pelaku diakui dengan cara yang tidak benar.
Kemudian alasan terakhir adalah adanya ketergantungan reaksi kimia di dalam otak karena aktivitas seksual yang tidak normal memberikan sensasi kesenangan dengan membuat dopamin di otak terproduksi.***