AYOJAKARTA.COM - Kasus kecelakaan yang menewaskan seorang mahasiswi di Universitas Suryakancana (Unsur) Cianjur tengah menjadi sorotan publik.
Diketahui korban bernama Selvi Amelia Nuraini ditabrak lari sebuah mobil hingga tewas di tempat pada Jumat (20/1/2023).
Menurut informasi yang beredar, kronologi kecelakaan itu terjadi lantaran mobil Audi A8 memaksa menyerobot masuk dalam iring-iringan kendaraan polisi.
Atas peristiwa tersebut, sang sopir pengemudi mobil Audi pun sempat menjadi buron usai ditetapkan polisi sebagai tersangka.
Sugeng Guruh Gautama Legiman adalah nama sang sopir yang diduga menjadi tersangka dalam kasus kecelakan tersebut.
Namun, Sugeng memastikan bahwa kejadian tabrak lari pada Jumat, 20 Januari 2023 lalu itu bukan lah dilakukan oleh dirinya.
"Saya adalah Sugeng, pengemudi dari mobil Audi A8 yang diberitakan selama ini. Saya mau mengklarifikasi tentang kejadian yang sebenar-benarnya," ujar sopir Audi seperti menyadur dalam laman Suara.com, Minggu (29/1/2023).
Sugeng membantah bahwa dirinya disebut telah menerobos dan memaksa masuk iring-iringan polisi.
Baca Juga: Polres Cianjur Lakukan Audiensi Kasus Tabrak Lari Mahasiswi Unsur: Sedang dalam Proses
Padahal, hal itu sebenarnya dilakukan atas izin dari suami majikannya yang diketahui seorang anggota dari kepolisian.
"Diberitakan saya menerobos masuk iring-iringan, liar lah. Tidak pak, karena saya mengikuti yang depan," ujar Sugeng.
"Saya masuk iring-iringan, ikut iring-iringan, bukan saya menerobos, bukan memaksa. itu semua atas sepengetahuan bapak, suami daripada bos saya yang (mobilnya) saya bawa," kata dia.
Menurutnya, sebelum kecelakan itu terjadi Sugeng mengaku sempat melihat korban mengendarai motor dan oleng seakan terjatuh.
Baca Juga: Anne Ratna Mustika Ulang Tahun ke 41, Unggah Foto Bunga Cantik Berisi Ucapan, dari Dedi Mulyadi?
Namun, pada saat yang sama Sugeng menyebut ada dua mobil dari arah belakang yang melaju tanpa henti.
"Begitu mendekati TKP, saya jarak dua mobil depan saya, saya melihat ada perempuan pakai motor udah oleng, entah pakai rem depan atau bagaimana, dia oleng seperti mau jatuh," kata Sugeng.
"Dalam hitungan detik, karena jarak saya dekat dengan mobil depan (terhalang dua mobil), saya spontan, saya ke kiri, kendaraan saya itu menghindar, belakang saya ini langsung melaju tanpa berhenti," tambahnya.
Kemudian, karena alasan memiliki rasa tanggung jawab terhadap mobil yang dikendarainya Sugeng pun memelankan untuk mengecek keadaan mobil.
"Maksud saya memelankan kendaraan, ingin memeriksa karena saya adalah driver dan kendaraan itu tanggung jawab saya. Kalaupun ada yang lecet pun saya yang nanti ganti rugi pada bos. Apalagi saya baru kerja satu minggu," imbuhnya.
Dikarenakan memelankan kendaraanya, para warga pun mengejar mobil yang dibawa Sugeng.
Para warga kemudian menuduh Sugeng sebagai pelaku yang menabrak korban, sehingga meminta pertanggungjawabannya.
Karena tidak terima, Sugeng pun menjelaskan dengan detail bahwa bukan dirinya lah yang telah menabrak sang korban tersebut.
Ia lantas meminta warga untuk memeriksa mobilnya, apakah ada bukti seperti apa yang dituduhkan itu kepada dirinya.
"Karena saya menjaga emosi masyarakat yang notabene langsung nge-judge, saya ajak untuk membuktikan, saya terangkan 'pak, bapak bapak semua, ini mobil yang saya kemudikan adalah mobil sedan audi'," ucap Sugeng.
"Ceper pak rendah banget, kita cek dulu deh apakah betul yang bapak tuduhkan kepada saya, saya menabrak si korban, bapak cek, semua dicek pak," sambungnya lagi.
Baca Juga: Mahfud MD Berharap Bharada E Dihukum Lebih Ringan: Kamu Jantan, Harus Tabah Menerima Vonis!
Kemudian melihat tidak adanya bukti, warga pun lantas meminta maaf kepada Sugeng karena sudah salah paham.
Lebih lanjut, saat dirinya ditanyai soal penabrak korban yang sebenarnya. Sugeng pun menjawab bahwa kendaraan itu berwarna hitam yang diketahui merupakan mobil dari salah satu milik Polisi.
"Setahu saya hitam, kalau jenis saya kurang tahu karena saya lagi mengemudi, fokus ikut iring-iringan. (Plat nomor dan warna platnya) saya tidak tahu," kata Sugeng.
"Yang saya tahu itu mobil warna hitam, soal itu satu rombongan atau tidak, saya tidak tahu. Yang jelas itu mobil dari kepolisian," ujarnya.
Sayangnya pernyataan Sugeng tersebut dipatahkan oleh pihak kepolisian, Polisi justru menuding balik sang Sopir Audi sebagai pelaku tabrak lari yang terjadi.
Hingga artikel ini ditulis belum ada penyelidikan lebih lanjut dan keterangan selanjutnya dari pihak kepolisian, kasus itu pun masih membutuhkan penyelidikan lebih lanjut. ***