AYOJAKARTA.COM– Saat ini di Indonesia sedang marak kasus penculikan anak dengan berbagai modus, baik lama maupun baru yang tentu meresahkan masyarakat.
Modus penculikan makin beragam, sementara saat ini PPKM sudah tidak diberlakukan, yang berarti sekolah kembali normal merupakan salah satu kekhawatiran masyarakat.
Sulitnya mengawasi karena tatap muka dengan anak dibatasi oleh berbagai kegiatan yang kembali normal, hingga kesibukan orang tua ditengarai menjadi beberapa faktor adanya tindakan penculikan pada anak.
Dikutip dari bogor.suara.com oleh ayojakarta.com pada 28 Januari 2023, berikut tanggapan polisi atas maraknya kasus penculikan anak di Indonesia baru-baru ini.
Salah satu pihak kepolisian yang buka suara atas maraknya berita atau kabar penculikan anak di Indonesia adalah Polresta Bogor, yang mana banyak isu beredar yang menjadikan masyarakat kian resah.
“Masyarakat tidak perlu takut atau resah berlebihan,” terang Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Bismo Teguh Prakoso.
Polresta Bogor mengimbau agar masyarakat tidak resah, tetapi tetap waspada dengan meningkatkan pengawasan kepada anak, terutama saat berada di luar rumah.
Selain itu, Kombes Pol Bismo menjelaskan bahwa kondisi keamanan dan ketertiban yang kondusif dapat terganggu oleh keresahan masyarakat yang berlebihan terhadap viralnya berbagai pemberitaan penculikan anak di Indonesia.
Lebih lanjut, Kombes Pol Bismo Teguh Prakoso menyoroti banyaknya berita bohong atau hoaks yang beredar di masyarakat, baik melalui berita ataupun pesan berantai di media sosial yang disebarkan baik melalui Facebook ataupun Grup Whatsapp.
Banyaknya hoaks isu penculikan anak dapat membuat masyarakat menjadi semakin khawatir dan resah terhadap keamanan anak-anak.
“Jangan mudah percaya sebelum mengetahui faktanya,” kata Kombes Bismo.
Pentingnya cek fakta dengan "saring sebelum sharing" cukup penting untuk mencegah kegaduhan masyarakat terkait isu penculikan anak yang ramai di masyarakat baik media sosial maupun secara real di lapangan.
Baca Juga: Viral di Medsos Kata ‘Sundala’ Bahasa Asli Sulawesi, Jangan Asal Nyebut Kalau Nggak Tahu Artinya!
Meskipun begitu, isu penculikan anak dan modus penculikan anak tidak bisa dikesampingkan ataupun dianggap remeh.
Masyarakat dapat mengajarkan atau mengimbau anak dengan pemahaman dasar kepada anak.
Mewaspadai saat diajak berbincang oleh orang tidak dikenal dan tidak menggunakan perhiasan mewah berlebihan adalah salah satu bentuk pencegahan penculikan pada anak.
Selain itu, anak wajib memahami dan mewaspadai lingkungan sekitar mereka bermain maupun saat di perjalanan antara rumah dan sekolah dimana mereka banyak berinteraksi dengan orang tidak dikenal.***