AYOJAKARTA.COM – Sandiaga Uno, kini Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, termasuk tokoh yang memiliki kedekatan dengan dua orang yang berpeluang menjadi calon presiden (Capres) dalam Pemlihan Presiden (Pilpres) 2024 yaitu Prabowo Subianto dan Anies Baswedan.
Sandi, panggilan akrab Sandiaga Uno, pernah menjadi tandem Prabowo dalam Pilpres 2019 sebagai calon wakil presiden. Mereka kalah dari pasangan Joko Widodo (Jokowi) dan KH Ma’ruf Amin.
Sementara itu, bareng Anies Baswedan, Sandiaga Uno yang menjadi calon wakil gubernur memenangkan Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta pada tahun 2017. Mereka mengalahkan pasangan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dan Djarot Saiful Hidayat.
Baca Juga: Ganjar Pranowo Kalahkan Puan Maharani untuk Berikan Efek Ekor Jas ke PDIP Jika Jadi Capres
Baca Juga: Megawati Diusung Jadi Capres dari PDIP untuk Pemilu 2024, Ganjar Nangis di Pojokan, Begini Faktanya
Kini Prabowo dan Anies kemungkinan akan bersaing dalam Pilpres 2024. Prabowo sudah diusung sebagai bakal Capres oleh partai besutannya sendiri, Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), yang akan berkoalisi dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
Sementara itu, Anies Baswedan sudah ditetapkan sebagai bakal Capres oleh Partai Nasional Demokrat (NasDem) besutan Surya Paloh. NasDem tengah menjajaki pembentukan koalisi bersala Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Demokrat.
Ketika tampil di bincang-bincang di kanal YouTube Akbar Faizal Uncensored bersama Akbar Faizal, Sandiaga Uno ditanya dia akan mendukung siapa seandainya Prabowo dan Anies maju sebagai Capres.
“Apa yang kira-kira Pak Sandi pikirkan kalau kemudian Pak Prabowo maju, Pak Anies tetap maju?” tanya Akbar Faizal di Youtube Uncensored yang diunggah pada 26 Januari 2023.
Mendapat pertanyaan itu, Sandiaga Uno langsung menjawab dengan mantap. “Saya tetap membela Pak Prabowo. As simple as that karena saya melihat perjuangan beliau dari awal saya melihat konsistensinya terhadap NKRI.”
Kemudian dia bercerita tentang kesan yang dialami saat bergandengan dengan kedua tokoh itu di kontestasi politik.
“Bersama Pak Anies memenangkan kontestasi, bersama Pak Prabowo belum berhasil. Itu yang saya pikirkan. Itu jawaban jujur saya. Gak perlu mikir saya,” ujarnya.
Dalam pandangan Sandiaga Uno, Prabowo Subianto adalah sosok yang sering disalahpahami banyak orang. Menparekraf itu menggunakan istilah the most missunderstood person dalam jagad perpolitikan Indonesia.
Baca Juga: Geger! Anies Baswedan Ikut Terseret Kasus Dugaan Korupsi Lukas Enembe, Bagaimana Faktanya?
“Karena kalau kita gak kenal, gak dekat dia, banyak (yang) gak mengerti sosok Pak Prabowo seperti apa. Kalau harus memilih head to head antara Pak Prabowo sama Pak Anies, my heart Pak Prabowo, my brain mungkin sama yang lain tapi my heart is sama Pak Prabowo," tukasnya.
Dalam bincang-bincang itu, Sandiaga Uno juga mengungkapkan sempat dipanggil oleh Prabowo Subianto terkait dengan isu mutakhir di pentas politik nasional. Salah satunya, Sandi disebut-sebut bakal diusung menjadi capres oleh Partai Persatuan Pembangunan (PPP).
Akbar Fazial juga bertanya kepada Sandiaga Uno tentang kebenaran dia bakal maju sebagai Ketua Umum PPP.
Sandiaga Uno mengaku dia berbicara panjang dengan Prabowo, sekitar 3 jam, membahas berbagai hal termasuk isu yang berkembang tersebut. Dalam pertemuan itu, Sandi menjamin bahwa dia akan tetap di barisan yang membela Prabowo Subianto sebagai capres.
Dalam bincang-bincang itu, Akbar Faizal sempat bertanya apakah ada pembicaraan lagi tentang keputusan Sandi yang menggandeng Anies Baswedan sebagai cagub pada Pilgub 2017.
Sandiaga Uno mengaku dia belum punya rasa percaya diri yang tinggi pada perhelatan politik di DKI. Semula, Partai Gerindra sudah mengusung Sandi sebagai cagub, tetapi pada menit-menit akhir Sandi memilih menjadi cawagub sedangkan posisi cagub diisi Anies Baswedan.
“Beliau (Prabowo) mengatakan sambil senyum-senyum, gimana mas Sandi jadi keputusan yang tepat atau tidak saat itu?" ujar Sandiaga Uno.
Dalam pandangan Sandiaga Uno, Prabowo adalah negarawan yang tidak pernah bicara jelek tentang orang lain. Namun, dia memandang pertanyaan itu adalah sebagai teguran.
“Saya tahu itu teguran buat saya karena waktu itu kan saya ga pede karena saya ga pede dan hitung-hitungan politik itulah,” ujar Sandiaga Uno.