AYOJAKARTA.COM - Salah satu terdakwa pembunuhan Yosua Nofriansyah Hutabarat alias Brigadir J, Kuat Maruf membacakan nota pembelaan atau pleidoi di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, pada Selasa (24/1/2023).
Dalam pembacaan pledoi, Kuat Maruf mengaku bingung dan tak percaya atas kejadian pembunuhan yang pada akhirnya melibatkan dirinya.
"Yang mulia yang saya hormati, saya sangat bingung dan tidak percaya atas kejadian ini, karena bagaimanapun juga saya punya anak dan istri yang pastinya berdampak pada mereka," ucap Maruf dikutip AyoJakarta melalui Youtube Kompas TV pada Selasa 24/01/2023.
Baca Juga: 'Hantu' Jenderal Bintang 1 Diduga Gentayangan Bantu Sambo Ringankan Hukuman, Martin Ungkap Sosoknya
Kuat Maruf juga mengenang kebaikan almarhum Yosua terhadap keluarganya saat menyampaikan nota pembelaannya.
"Di sisi lain almarhum Yosua juga baik kepada saya. Bahkan saat saya 2 tahun tidak bekerja dengan bapak Ferdy Sambo almarhum Yosua pernah membantu saya dengan rezekinya," kenang Maruf.
"Karena pada saat itu anak saya belum bayar sekolah," sambungnya.
Dalam pembelaannya, Kuat Maruf mengatakan dirinya masih bingung dan sama sekali tidak mengetahui apa yang akan terjadi pada Brigadir J di tanggal 8 Juli 2022 lalu.
"Jujur saya bingung harus mulai dari mana karena saya tidak paham dan mengerti atas dakwaan JPU pada saya yang dituduh terlibat dalam perencanaan pembunuhan almarhum Yosua," ucap Kuat.
Kuat Maruf pun enggan dikaitkan bahwa dirinya bersekongkol dalam kasus pembunuhan ini dengan atasannya, Ferdy Sambo.
"Saya tidak pernah mengetahui apa yang akan terjadi pada almarhum Yosua. Saya dianggap sudah sekongkol dengan bapak Ferdy Sambo," lanjutnya.
Di kesempatan yang sama Kuat mengakui dan menyebut dirinya bodoh sehingga dimanfaatkan penyidik dalam pembuatan BAP.
"Saya akui saya ini bodoh. Saya dengan mudah dimanfaatkan oleh penyidik untuk mengikuti BAP dari Richard," ungkap Kuat.
Maruf mengakui bahwa dirinya masih punya hati dan tak mungkin setega itu untuk ikut terlibat dalam rencana pembunuhan terhadap orang yang pernah menolongnya yakni Brigadir J.
"Demi Allah saya bukan orang sadis, tega, dan tidak punya hati untuk ikut membunuh orang yang saya kenal baik dan pernah menolong saya," tuturnya.***