AYOJAKARTA.COM - Ridwan Kamil yang merupakan Gubernur Jawa Barat terlihat telah bergabung ke Partai Golkar beberapa waktu belakangan ini.
Selentingan kabar kurang menyenangkan pun akhirnya terdengar terkait mantan ketua DPD Partai Golkar wilayah Jawa Barat yaitu Dedi Mulyadi.
Pasalnya beberapa pendapat mengatakan bahwa dengan bergabungnya Ridwan Kamil ke Partai Golkar sempat disebut sebagai "ancaman" bagi Dedi Mulyadi.
Meski begitu terdapat analisa bahwa dengan adanya Dedi Mulyadi dan Ridwan Kamil tersebut dapat membuat Partai Golkar memenangkan pemilu di Jakarta dan Jawa Barat.
Baca Juga: Ridwan Kamil Tak Masuk Bursa Capres Golkar, Bakal Hijrah Pimpin Jakarta?
Pengamat politik Universitas Padjajaran (Unpad), Firman Manan mengatakan pendapatnya terkait Dedi Mulyadi yang disaingi oleh Ridwan Kamil.
"Kang Emil (Ridwan Kamil) nantinya bisa didorong ke (Pilkada) DKI Jakarta. Lalu Kang Dedi Mulyadi bisa dimajukan di (Pilkada) Jabar," ujar Firman dikutip dari cianjur.suara.com pada Sabtu, 21 Januari 2023.
Firman mengatakan, bahwa Dedi Mulyadi merupakan sosok potensial yang dapat melanjutkan kiprah Kang Emil di Jawa Barat.
Terlebih lagi, berdasarkan survey pada November tahun lalu nama Dedi Mulyadi telah berada di bawah Kang Emil.
Dedi Mulyadi sangat potensial menggantikan Emil, jika pada Pemilu nanti Emil ditarik untuk maju di DKI Jakarta," tambahnya.
Selain pernyataan tersebut, Firman juga menjelaskan bahwa Partai Golkar dapat menguasai Pulau Jawa dengan adanya dua sosok tersebut.
Terlebih lagi jika Soekarwo mantan Gubernur Jawa Timur kembali bergabung dengan Partai Golkar.
Pasalnya Pakde Karwo memiliki memiliki kans untuk "membantu' Partai Golkar di Jawa Timur.
Namun Firman menegaskan bahwa meskipun Ridwan Kamil bergabung dengan Golkar belum tentu juga dapat menaikan suara Partai.
Hal ini disebabkan pemilih kini lebih melihat figur daripada Partai.
"Jadi belum tentu. Karena itu tadi, pemilih lebih melihat figur daripada partai," kata dia.***