AYOJAKARTA.COM - Gempa bumi mengguncang wilayah Lengan Utara, Sulawesi tepatnya 65 km dari Gorontalo dengan kekuatan M 6,1 pada kedalaman 148 km, Rabu, 18 Januari 2023.
Dikutip dari info yang disampaikan oleh Daryono (Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG) melalui grup WhatsApp, gempa tersebut memiliki skala intensitas IV MMI yaitu pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah, di luar oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu berderik dan dinding berbunyi.
Lebih lanjut Daryono menyebutkan bahwa gempa ini dipicu deformasi dalam Lempeng Sangihe (intraplate earthquake) di bawah Teluk Tomini.
Baca Juga: Gempa Hari Ini: Gorontalo Diguncang Magnitudo M6,3 Dirasakan hingga Kekuatan IV MMI
Dikutip AyoJakarta.com dari skripsi yang ditulis oleh Febriananda Ladivanov dengan judul "Analisis Deformasi Kepulauan Sangihe Berdasarkan Data Pengukuran GNSS epoch 2014, 2015, 2016, dan 2017", Kepulauan Sangihe berada pada Lempeng Sangihe.
Lempeng Sangihe merupakan salah satu lempeng mikro dari Lempeng Eurasia.
Hal ini disebutkan dalam studi geodinamika oleh Macperson, dkk (2003) Lempeng Sangihe berada pada zona subduksi Laut Maluku yang telah menenggelamkan cekungan samudra Lempeng Laut Maluku.
Hal ini disebabkan karena adanya subduksi dua arah oleh Lempeng Sangihe dan Lempeng Halmahera.
Baca Juga: Gempa M6,1 Guncang Lengan Utara Sulawesi dan Luwuk, Warganet: Terasa 2 Kali Goyangan
Di dalam skripsi tersebut juga dikatakan bahwa Sangihe merupakan daerah yang sangat rawan bencana gempa bumi.
Selain itu terkait jenis gempa intraplate, dari sebuah artikel yang diterbitkan oleh lipi.go.id dengan judul "Zona Gempa yang Terlupakan", gempa intraplate adalah gempa-gempa yang berasal dari tumbukan antar lempeng dan pada patahan di mana di dalamnya termasuk patahan yang merupakan respons benturan antar lempeng.
Dalam artikel itu juga disebutkan bahwa gempa intraplate ini yang kejadiannya cukup mengejutkan karena lokasi sumber gempa yang tak pernah diduga sebelumnya.
Baca Juga: Apakah Sesar Bawah Laut Penyebab Gempa Bumi M 5,1 Kabupaten Malang? Begini Penjelasannya
Salah satu contohnya adalah gempa yang terjadi di Singkawang-Bengkayang, Kalimantan (M4.4), daerah yang selama ini dianggap aman dari gempa.
Lebih lanjut disebutkan pula secara teoritis gempa tipe demikian tidak menimbulkan tsunami besar.
Namun mengingat magnitudo bisa di atas M8 dan menimbulkan guncangan (ground shaking) yang sangat kuat.***