AYOJAKARTA.COM – Program Kartu Prakerja 2023 merupakan sebuah program dari oleh Pemerintah berupa bantuan untuk calon wirausahawan berupa uang untuk melatih soft skill.
Menjadi program yang paling dinanti, akhirnya Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartanto memberikan informasi terbaru Prakerja 2023.
Dikutip melalui setkab.go.id oleh Ayojakarta.com pada 17 Januari 2023, Menko Airlangga menginformasikan bahwa Prakerja 2023 tahap pertama akan ditargetkan untuk 595 ribu penerima dengan anggaran sebesar Rp2,67 triliun.
Baca Juga: Waduh! Jaksa Ungkap Ternyata Putri Candrawathi Sengaja Gunakan Pakaian Seksi untuk Pancing Sosok Ini
Lebih dalam, Menko Airlangga Hartanto menjelaskan bahwa skema Prakerja 2023 adalah normal seperti sebelumnya.
“Program Kartu Prakerja berlanjut pada tahun 2023 dengan pelaksanaan skema normal yang diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 113 Tahun 2022 yang aturan pelaksanaannya tertera pada Permenko Perekonomian Nomor 17 Tahun 2022,” ungkap Menko Airlangga.
Perbedaan Prakerja 2023 dengan tahun sebelumnya atau 2022 adalah pelatihan yang hybrid hingga luring atau offline secara bertahap.
Pelatihan luring akan dilaksanakan secara bertahap diawali dengan 10 provinsi yakni DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Sumatera Utara, Sulawesi Selatan, Bali, NTT, dan Papua.
Baca Juga: Ferdy Sambo Dituntut Hukuman Seumur Hidup, Akankah Dipenjara Sampai Mati? Begini Penjelasannya!
Selain itu, anggaran masih sama yaitu Rp4,2 juta per individu, dengan rincian berupa bantuan biaya pelatihan sebesar Rp3,5 juta, insentif pasca pelatihan Rp600 ribu yang diberikan sebanyak satu kali, serta insentif survei sebesar Rp100 ribu untuk dua kali pengisian survei.
Peserta Prakerja 2023 juga harus mengikuti pelatihan dengan durasi minimal 15 jam, dan lebih difokuskan pada pelatihan kompetensi kerja daripada Bantuan Sosial atau Bansos.
Menurut sumber Sekretaris Kabinet Republik Indonesia, skema normal Kartu Prakerja yang akan mulai dibuka pada triwulan I 2023 tersebut akan menyasar sejumlah bidang pelatihan keterampilan tertentu yang paling dibutuhkan di masa kini dan mendatang.
Kemudian, penerima bantuan sosial dari kementerian/lembaga lainnya, seperti Bantuan Subsidi Upah hingga penerima PKH atau Keluarga Penerima Manfaat PKH diperbolehkan untuk menjadi peserta program Kartu Prakerja tahun 2023.
“Karena tidak lagi bersifat semi bansos, maka penerima bantuan seperti [Bantuan] Subsidi Upah, BPUM, dan PKH boleh menjadi peserta Kartu Prakerja karena itu untuk retraining dan reskilling bukan bansos lagi,” terang Menko Airlangga Hartanto.
Sementara itu, untuk Kartu Prakerja 2023 selanjutnya, Pemerintah menargetkan 405 ribu penerima dengan anggaran Rp1,7 triliun.
Pelatihan program kartu Prakerja 2023 ini, merujuk pada berbagai kajian mengenai pasar kerja mendatang dalam Indonesia’s Critical Occupation List, Indonesia’s Occupational Tasks and Skills, Studi World Economic Forum “Future Job Report”, serta Riset Indonesia Online Vacancy Outlook.
Selain itu, informasi pembukaan Kartu Prakerja 2023 bisa selalu dipantau melalui berbagai media sosial resmi, karena skema yang normal tetapi dengan metode hybrid hingga luring ini, diharapkan Prakerja 2023 lebih efektif meningkatkan kompetensi para calon pelaku UMKM, hingga pekerja.***