Nasional

Gunung Semeru Kembali Erupsi Dua Kali Hari Ini dengan 19 Kali Gempa Letusan, Masyarakat Dilarang Mendekat

Oleh: Rosandra Gisca Andyna Jumat 13 Jan 2023, 15:23 WIB
Gunung Semeru Kembali Erupsi Dua Kali Hari Ini dengan 19 Kali Gempa Letusan, Masyarakat Dilarang Mendekat

AYOJAKARTA.COM – Gunung Semeru teramati kembali alami erupsi hari ini, Jumat 13 Januari 2023 pada pukul 06.27 WIB dan pukul 08.02 WIB.

Pada Erupsi pertama Gunung Semeru teramati tinggi kolom letusan mencapai kurang lebih 500 m diatas puncak (4176 m di atas permukaan laut).

Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat daya. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 24 mm dan durasi 100 detik.

Sedangkan pada erupsi kedua Gunung Semeru, tinggi kolom letusan teramati ± 1000 m di atas puncak (± 4676 m di atas permukaan laut).

Sedangkan kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat daya.

Dalam pengamatan visual gunung api masih terlihat jelas hingga tertutup Kabut asap 0-11.

Untuk pengamatan kegempaan pada gunung api yang terletak Kabupaten/Kota Lumajang, Malang Jawa Timur ini terjadi beberapa kali dan jenis kegempaan.

Terjadi 19 kali gempa Letusan/Erupsi dengan amplitudo 13-22 mm, dan lama gempa 55-110 detik.

Kemudian 1 kali gempa Guguran dengan amplitudo 4 mm dan lama gempa 60 detik.

1 kali gempa Hembusan dengan amplitudo 3 mm, dan lama gempa 35 detik.

2 kali gempa Tektonik Jauh dengan amplitudo 10-20 mm, S-P 19-36 detik dan lama gempa 65-110 detik.

Kementerian ESDM memberikan rekomendasi untuk warga masyarakat agar tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi).

Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak.

Tidak beraktivitas dalam radius 5 Km dari kawah/puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar).

Mewaspadai potensi awan panas guguran (APG), guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru.

Terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.***

Reporter Rosandra Gisca Andyna
Editor Aulli R Atmam