AYOJAKARTA.COM--Daryono BMKG menjelaskan tentang penyebab terjadinya gempa susulan dengan jumlah yang sangat banyak di Jayapura belakangan ini.
Pada Kamis (12/12023), BMKG melaporkan bahwa telah terjadi gempa susulan sebanyak 629 kali dan 52 diantaranya bisa dirasakan oleh masyarakat.
Gempa susulan ini tercatat sejak gempa berkekuatan 4,9 yang kemudian diupdate menjadi 5,4 Magnitudo yang terjadi sebelumnya.
Baca Juga: Gempa Bumi 4,8 SR Guncang Kepulauan Tanimbar Maluku
Informasi ini juga disampaikan oleh Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG melalui akun twitter resminya @DaryonoBMKG.
“Hasil monitoring BMKG, sejak gempa M4,9 (update M5,4) di Jayapura hingga Rabu 11 Jan 2023 pukul 18.00 WIT telah terjadi gempa susulan 629 kali dgn 52 kali dirasakan oleh masyarakat,” tulisnya.
Lalu, apa sebenarnya yang telah terjadi di bumi Papua? Mengapa bisa gempa susulan terjadi hingga jumlah yang sangat fantastis di Jayapura?.
Berkaitan dengan hal tersebut, Daryono melalui akun twitternya memberikan penjelasan dengan singkat.
Penyebab Gempa Susulan Jayapura
Daryono menjelaskan bahwa gempa yang telah terjadi di Jayapura ini menjadi gambaran batuan di zona gempa yang sangat rapuh.
Baca Juga: Jayapura Diguncang Gempa Lagi, BMKG Sebut Pusat Gempa Berada di Laut 19 Km
Itulah yang kemudian menjadi alasan mengapa terjadi banyak gempa susulan di Jayapura sejak guncangan yang pertama kali terjadi.
“Gempa susulan Jayapura mrpkn gambaran batuan di zona gempa sgt rapuh/brittle. Implikasinya bnyk gempa susulan,” cuitnya.
Daryono kemudian membandingkan dengan gempa Banda yang berada di batuan elastic atau ductile.
Gempa dengan Magnitudo 7,5 tersebut bahkan hanya terjadi susulannya sebanyak 12 kali.
Sementara gempa Jayapura dengan Magnitudo yang lebih kecil malah disusul dengan guncangan lebih dari 500 kali
“Gempa Banda M7,5 susulan hny 12 kali ini krn batuan elastic/ductile. Sementara Gempa Jayapura bkn swarm krn ada gempa utamanya dgn M5,4. Dan susulan lebih dr 500 kali,” tulis Daryono di cuitannya.