AYOJAKARTA.COM---Kasus pembunuhan Yosua Hutabarat masih terus mengupas siapa pembunuhnya dan juga mencari bukti apakah kasus ini merupakan pembunuhan berencana dengan penyelidikan.
Salah satu yang sempat menarik perhatian untuk diselidiki adalah rekening Yosua.
Namun Majelis Hakim belum menyentuh pembahasan mendalam terkait dengan kejanggalan rekening Yosua.
Hingga saat ini proses hukumnya masih berputar di topik pembunuhan, pelecehan seksual dan obstruction of justice jadi mengesampingkan tentang rekening Yosua.
Baca Juga: Uang 100 Triliun di Rekening Yosua Bisa Ungkap Motif Ferdy Sambo, Benarkah Ada Pencucian Uang?
Pada saat rekening milik Yosua dilakukan pengecekan, terdapat adanya uang bernominal besar yang mencapai 100 triliun rupiah. Rekening Yosua yang dimaksud ini disimpan di BNI Cabang Cibinong, Jawa Barat.
Awalnya sejumlah nominal tersebut berada di rekening Yosua kemudian ada catatan di bagian debet yang memiliki arti bahwa uang sudah berpindah ke pihak lain.
Yenti Garnasih selaku Pakar Hukum Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), mengatakan bahwa uang dalam rekening Yosua merupakan hilir yang bisa menjadi informasi asal uang itu atau hulunya.
Tidak menutup kemungkinan bahwa ada kejadian-kejadian yang menghasilkan uang antara Yosua dan juga Ferdy Sambo.
TPPU sendiri adalah usaha untuk menyembunyikan atau mengaburkan asal usul harta kekayaan yang diperoleh dari berbagai tindak pidana.
TPPU misalnya saja bisa berasal korupsi, suap, penyelundupan, narkotika, dan bahkan perdagangan manusia.
“Dari kasus ini, itu tadi ada masalah uang di hilir itu akan membuka di hulunya tuh sebenarnya dari mana sih asli asalnya ini. Adakah kejahatan-kejahatan yang dilakukan yang menghasilkan uang yang pada akhirnya mengalir pada orang-orang ini,” ungkap Yenti Garnasih.
Jika benar adanya kemungkinan tersebut maka kasus perihal uang ini dapat memunculkan kasus lain di luar kasus pembunuhan berencana.
“Mengungkap tuntasnya tentunya di kasus lain ya, jadikan kasus lain. Karena memang ada kasus lain terungkapnya dari sini kan bisa jadi. Kan biasanya seperti itu pencucian uang,” ujar Yenti Garnasih.
Munculnya informasi tentang nominal yang cukup besar pada rekening Yosua memang mengagetkan karena jumlahnya tidak sebanding dengan gajinya di dalam militer.
Apalagi ada aktivitas pencairan uang pada rekeningnya saat dirinya sudah meninggal diduga oleh mantan Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo.
“Yang paling penting adalah waktu ada pencairan uang bahkan yang bersangkutan sudah meninggal itu kan boleh masuk,” kata Yenti Garnasih.
Aiman Witjaksono sebagai jurnalis mengungkapkan bahwa bisa saja motif pembunuhan Yosua bukan karena pelecehan seksual melainkan ada hubungannya dengan uang dalam rekening Yosua.
Menurutnya, ada dugaan menyamarkan motif pembunuhan dengan memunculkan tudingan pelecah seksual yang dilakukan oleh Yosua, dilansir AyoJakarta.com dari kanal YouTube Official iNews (9/1/2023).***