Nasional

Gempa Malang Magnitudo 4,7 Berpusat di Laut Selatan: Bukan Megathrust, Melainkan Hal Ini

Oleh: Rifqi Nur Fauzi Sabtu 07 Jan 2023, 12:24 WIB
Gempa Malang Magnitudo 4,7 Berpusat di Laut Selatan: Bukan Megathrust, Melainkan Hal Ini

AYOJAKARTA.COM – Gempa Malang yang terjadi hari ini tidak ada kaitannya dengan zona subduksi megathrust.

Lalu, apa sebenarnya yang menjadi penyebab gempa Malang yang berpusat di bawah laut baru-baru ini?

Sebuah gempa tektonik telah terjadi di wilayah Selatan Jawa Timur, tepatnya di Barat Daya Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu (7/1/2023).

Baca Juga: Terungkap Isi Surat Wasiat Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Ciputat, Minta Polisi Untuk Tidak Lakukan Hal Ini

Pada pukul 5.27 WIB, sebuah bencana gempa bumi dengan kekuatan Magnitudo 4,7 telah mengguncang Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Adapun episenter gempa bumi ini terletak pada koordinat 10.78 LS dan 112.54 BT, berada di laut pada jarak 293 km Barad Daya Malang, pada kedalaman 10 km.

Berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi di malang ini merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas sesar dasar laut.

Hingga pukul 9.00 WIB, belum ada laporan yang masuk berkaitan dengan dampak kerusakan akibat gempa bumi Malang tersebut.

Baca Juga: Terungkap! 4 Poin Ini Ringankan Hukuman Richard Eliezer: Adanya Budaya Laksanakan hingga Keterpaksaan

Hasil permodelan dari BMKG menyatakan bahwa gempa bumi Malang ini tak berpotensi menimbulkan tsunami.

Sesar Aktif

Seperti yang telah disebutkan tadi, gempa yang terjadi di Malang pagi ini (7/1/2022) disebabkan oleh aktivitas sesar dasar laut.

Lalu, apa yang sebenarnya dimaksud dengan sesar aktif? Apakah sesar sama dengan zona megathrust?

Dalam sebuah cuitan oleh Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, @DaryonoBMKG memberikan penjelasan tentang sesar.

"Sesar merupakan rekahan atau lempeng kerak bumi yang bergeser," cuit Daryono (11/12/2022).

Baca Juga: Sudah Lelah? Ferdy Sambo Akhirnya Mengaku Bikin Skenario Pelecehan dan Tembak Menembak

Sementara itu, dari hasil wawancara tim AyoJakarta kepada beliau melalui WhatsApp, Daryono kembali memberikan penjelasan tentang pengertian sesar aktif yang menjadi penyebab gempa bumi.

"Sesar merupakan bagian dari kulit bumi yang patah," ujar Daryono.

Megathrust

Secara harfiah atau secara makna kata asalnya, Megathrust berasal dari kata Mega dan Thrust yang berarti patahan naik yang sangat besar.

“Secara harfiah, Megathrust berarti patahan naik yang sangat besar,” dikutip AyoJakarta dari YouTube Gempa ITB.

Di Indonesia sendiri, Megathrust menjadi zona yang membentang sepanjang wilayah Indonesia, khususnya di Pulau Jawa.

Baca Juga: LPSK Pertahankan Status Justice Collaborator Richard Eliezer: Kalau Tidak Konsisten Sudah Kami Cabut

“Di sepanjang selatan Jawa. Megathrust membentang sepanjang 1000 km,” ujarnya.

Pada dasarnya, zona subduksi megathrust merupakan daerah yang terletak diantara pertemuan lempeng benua dan samudera.

“Megathrust merupakan bidang gempa yang sangat besar yang terletak tepat pada pertemuan lempeng samudera dan lempeng benua,” ungkapnya.

“Ketika kedua lempeng tersebut bertemu, lempeng samudera menghujam terus ke bawah dan akan membentuk bidang kontak dengan lempeng benua yang disebut bidang megathrust,” jelasnya.

Baca Juga: Nasihat Quraish Shihab: Di Era Media Sosial, Berlatihlah Membatasi Bicara

Dari penjelasan narator video, bidang megathrust ini akan mengumpulkan energi selama puluhan atau ratusan tahun hingga tidak bisa menahannya lagi dan terlepas.

“Bidang megathrust tersebut akan mengakumulasikan energi selama puluhan sampai ratusan tahun. Semakin lama, penahanan ini akan mencapai titik jenuh hingga pada akhirnya energi yang tersimpan akan terlepas,” jelas narasi video.

“Pada saat itulah akan terjadi getaran kuat yang disebut gempa bumi megathrust,” tambahnya.***

Reporter Rifqi Nur Fauzi
Editor Dian Naren