Nasional

Gempa Bumi Magnitudo 4,1 Guncang Kaimana Papua Barat

Oleh: Cita Aryani. M Jumat 06 Jan 2023, 06:54 WIB
Ilustrasi gempa.

AYOJAKARTA.COM - Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 4,1 terjadi di Kaimana, Papua Barat. Pusat gempa Kaimana terjadi di laut, namun tidak berpotensi tsunami.

Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa terjadi pada Jumat, 6 Januari 2023, gempa terjadi pada pukul 05.58 WIB

Gempa bumi itu berlokasi di darat pada 3.76 lintang selatan dan 133.50 bujur timur (72 kilometer barat daya Kaimana, Papua Barat) dengan kedalaman 10 kilometer.

"#Gempa Mag:4.1, 06-Jan-2023 05:58:54WIB, Lok:3.76LS, 133.50BT (72 km BaratDaya KAIMANA-PAPUABRT), Kedlmn:10 Km #BMKG. Disclaimer:Dlm bbrp menit pertama stlh gmp,parameter gmp dapat berubah dan boleh jadi blm akurat,kecuali tlh dianalisis ulang seismolog," tulis Ywitter @infoBMKG.

Gempa bumi merupakan peristiwa berguncangnya bumi akibat benturan antar lempeng Bumi, aktivitas sesar atau patahan, runtuhan batuan, atau aktivitas vulkanik.

Baca Juga: 392 Kali Gempa Susulan Guncang Jayapura Disebabkan oleh Aktivitas Sesar, Lipi: Data Sesar Aktif hanya Sedikit

Seperti yang diketahui bahwa getaran gempa diukur dalam skala MMI. Berdasarkan skala MMI yang dikutip dari laman BMKG, berikut info MMI yang dapat dipelajari:

I MMI

Getaran gempa tidak dapat dirasakan kecuali dalam keadaan luar biasa oleh beberapa orang.

II MMI

Getaran atau goncangan gempa dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung seperti lampu gantung bergoyang.

III MMI

Getaran gempa dirasakan nyata dalam rumah. Getaran terasa seakan-akan ada naik di dalam truk yang berjalan.

IV MMI

Pada saat siang hari dapat dirasakan oleh orang banyak di dalam rumah, di luar rumah oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu bergoyang hingga berderik dan dinding berbunyi.

V MMI

Getaran gempa bumi dapat dirasakan oleh hampir semua orang, orang-orang berlarian, gerabah pecah, barang-barang terpelanting, tiang-tiang dan benda besar tampak bergoyang, bandul lonceng dapat berhenti.

VI MMI

Getaran gempa bumi dirasakan oleh semua orang. Kebanyakan orang terkejut dan lari keluar, plester dinding jatuh dan cerobong asap di pabrik rusak, kerusakan ringan.

VII MMI

Kerusakan ringan pada rumah dengan bangunan dan kontruksi yang baik. Sedangkan pada bangunan dengan konstruksi kurang baik terjadi retakan bahkan hancur, cerobong asap pecah. Dan getaran dapat dirasakan oleh orang yang sedang naik kendaraan.

VIII MMI

Kerusakan ringan pada bangunan dengan konstruksi kuat. Keretakan pada bangunan dengan konstruksi kurang baik, dinding terlepas dari rangka rumah, cerobong asap pabrik dan monumen roboh, air berubah keruh.

IX MMI

Kerusakan pada bangunan dengan konstruksi kuat, rangka rumah menjadi tidak lurus, banyak terjadi keretakan. Rumah tampak bergeser dari pondasi awal. Pipi-pipa dalam rumah putus.

X MMI

Bangunan dari kayu yang kuat rusak, rangka rumah lepas dari pondamennya, tanah terbelah rel melengkung, tanah longsor di tiap-tiap sungai dan di tanah-tanah yang curam.

XI MMI 

Bangunan-bangunan yang sedikit yang masih berdiri. Jembatan rusak, terjadi lembah. Pipa dalam tanah tidak dapat terpakai sama sekali, tanah terbelah, rel sangat melengkung.

XII MMI

Hancur total, gelombang tampak pada permukaan tanah. Pemandangan berubah gelap, benda-benda terlempar ke udara.

Baca Juga: Gempa Jayapura Hingga Kamis 5 Januari 2023, Total Gempa Sebanyak 392 Kali dengan 44 Kali Gempa Susulan

Untuk info lebih lanjut, pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi (Instagram/Twitter @infoBMKG), website (http://www.bmkg.go.id atau inatews.bmkg.go.id), atau melalui Mobile Apps (IOS dan Android): wrs-bmkg atau infobmkg.***

Reporter Cita Aryani. M
Editor Tedi Rukmana