AYOJAKARTA.COM – Hakim beserta Jaksa Penuntut Umum (JPU) dan Penasehat Hukum (PH) 5 terdakwa berkunjung ke TKP rumah Duren Tiga dan juga ke rumah Ferdy Sambo di Saguling, Rabu, 4 Januari 2023.
Kunjungan Hakim, JPU dan PH 5 terdakwa ke TKP adalah merupakan permintaan dari pihak terdakwa Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi dengan tujuan ingin membuat terang perkara.
Saat mengunjungi TKP rumah Duren Tiga, Hakim Wahyu Iman Santoso yang didampingi oleh JPU dan PH 5 terdakwa mencoba menengok kamar milik Putri Candrawathi.
Di mana, diketahui kamar Putri Candrawathi tersebut merupakan kamar yang digunakannya untuk beristirahat saat terjadi penembakan kepada Brigadir J tanggal 8 Juli 2022 lalu.
Dalam kunjungan itu, terlihat Hakim Wahyu Iman Santoso berkeliling di rumah Ferdy Sambo di Duren Tiga.
Hakim kemudian mencoba masuk ke dalam kamar milik Putri Candrawathi.
Seolah ingin membuktikan kesaksian Putri Candrawathi bahwa dirinya tidak melihat dan tidak mengetahui apapun terkait penembakan Brigadir J.
Ditemani oleh Anggota Majelis dan Jaksa, Hakim memeriksa kamar Putri Candrawathi di TKP rumah Duren Tiga, Jakarta Selatan.
Setelah memeriksa kamar, Hakim yang saat itu hendak menuju tempat terbunuhnya Brigadir J tiba-tiba berceletuk.
“Engga mungkin melihat,” celetuk Hakim saat dijelaskan posisi tubuh jenazah Brigadir J usai memeriksa kamar Putri Candrawathi, dikutip dari siara YouTube KOMPASTV, Kamis, 5 Januari 2023.
Celetukan Hakim Wahyu Iman Santoso tersebut seolah membuat publik takut akan kebebasan dari Putri Candrawathi.
Terlebih, hawatir jika Hakim percaya apa yang disampaikan oleh Putri Candrawathi.
Terlihat beberapa komentar warganet menanggapi celetukan sang Hakim.
Baca Juga: Ngotot Putri Candrawathi Dilecehkan Brigadir Yosua, Febri Diansyah : Tidak Perlu Visum
“Memang ibu PC tidak melihat, tetapi sebelum penembakan ke Joshua, ibu PC menutup telinganya untuk tidak mendengar suara penembakan, keterangan ini sudah di sampaikan kepada hakim saat persidangan, berarti ibu PC tahu apa yang akan terjadi. Kalau ibu PC tidak tahu akan terjadi penembakan tentu tidak akan tutup telinganya. Terima kasih,” tulis akun Elsye.
“KITA TIDAK PERLU SEKOLAH TINGGI2 UNTUK MEMAHAMI LOGIKA. TIDAK MELIHAT EKSEKUSI BUKAN BERARTI TIDAK TAHU RENCANA SAMBO,” ujar akun W Loe.***