AYOJAKARTA.COM – Usai memberlakukan penyesuaian harga BBK akibat penurunan harga minyak dunia pada 3 Januari 2023 kemarin.
Kabar mengenai rencana penghapusan BBM jenis Pertalite di seluruh Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum pada 2023 ini, semakin ramai terdengar.
Pasalnya, Research Octane Number atau RON dibawah 90 dinilai sudah terlalu mencemari lingkungan serta menjadi penyebab polusi udara.
Awal beredarnya penghapusan Pertalite (RON 9) dan Pertamax (RON 92) pertama kali terdengar sejak September 2022.
Sugeng Suparwoto, selaku Ketua Komisi VII DPR RI meminta agar diadakannya kesesuaian dengan peraturan menteri lingkungan hidup dan kehutanan.
Yalno Permen Nomor P.20/MENLHK/SETJEN/KUM.1/3/2017 tentang baku mutu emisi gas buang kendaraan bermotor tipe baru kategori M, N dan O.
Dengan adanya peraturan tersebut, maka jenis BBM yang bisa dipasarkan ke khalayak harus sesuai dengan standar emisi Euro 4.
Atau dengan kata lain, untuk kedepan jenis bahan bakar minyak yang beredar di masyarakat harus memiliki kadar RON minimal 95 atau BBM Pertamax Turbo.
“Bahkan di Peraturan Menteri LHK, Pertamax itu bahkan dihapus, ditingkatkan lagi Euro 4 yakni RON 95 atau 98,” jelas Ketua Komisi VII DPR RI ketika itu.
Penggunaan bahan-bakar minyak seyogyanya memang perlu disesuaikan dengan rekomendasi yang diberikan oleh pabrik kendaraan.
Hal tersebut menjadi penting untuk dilakukan agar kinerja mesin kendaraan menjadi lebih maksimal dan awet serta ramah untuk lingkungan.
Terkait dengan adanya kabar tentang rencana penghapusan Pertalite yang akan diberlakukan pada tahun 2023 ini.
Baca Juga: Tegas! Solahudin Mengesahkan Hasil Test Poligraf Ricky Rizal, Jaksa: Relevan Nggak?
Di tahun 2022 lalu, pemerintah sudah menegaskan bahwa tidak ada rencana penghapusan BBM jenis Pertalite yang memiliki RON 90.
Meski demikian, melalui aplikasi mypertamina publik masih tetap bisa untuk membeli bahan bakar minyak jenis Pertalite.
Tujuannya tidak lain agar bahan bakar minyak bersubsidi ini benar-benar hanya dinikmati oleh masyarakat menengah kebawah.
Sayangnya, kebijakan ini sempat menuai kontroversi karena adanya larangan menggunakan Handphone saat berada di SPBU.
Baca Juga: Nasihat Ustadz Abdul Somad Soal Pentingnya Bersyukur, Ternyata Mudah Caranya Yuk Lakukan Hal Ini!
Kendati demikian, secara bertahap dan berkesinambungan pemerintah akan menitik-beratkan sosialisasi akan pentingnya lingkungan bersih.
“Ada masa dimana Pertalite harus dry, harus shifting dari Pertalite ke Pertamax,” jelas Direktur Pembinaan Usaha Hilir Migas Kementerian ESDM, Soerjaningsih.
Lebih lanjut dirinya menjelaskan bahwa penghapusan Pertalite akan dilakukan secara bertahap. ***