AYOJAKARTA.COM – Gempa bumi merupakan salah satu bencana alam yang tidak adapt diprediksi. Bencana gempa bumi baru-baru ini terjadi di Jayapura, Papua sejak kemarin, 3 Januari 2023.
Dikutip oleh Ayojakarta.com melalui akun Twitter @infoBMKG dan @DaryonoBMKG terungkap bahwa gempa susulan Jayapura hingga siang hari ini sebanyak 279 kali dan yang dirasakan sebanyak 33 kali.
Hal ini diketahui setelah Daryono yang merupakan Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) membuat cuitan pada akun Twitternya.
Baca Juga: Deretan Gempa 4 Januari 2023: Guncang dari Sabang hingga Jayapura
“Update gempa susulan Jayapura hingga siang hari ini sebanyak 279 kali dan yang dirasakan sebanyak 33 kali,” tulis Daryono.
Perlu diketahui, Indonesia diapit oleh tiga lempeng yaitu lempeng Indo Australia di sebelah selatan, Lempeng Pasifik di sebelah Timur dan Lempeng Eurasia di sebelah Utara. Pergerakan relatif ketiga lempeng tektonik tersebut mengakibatkan terjadinya gempabumi di daerah perbatasan pertemuan antar lempeng yang selanjutnya menjadi daerah pusat sumber gempabumi.
Kondisi pergerakan ketiga lempeng menyebabkan adanya zona saling tindih antar lempeng yang disebut dengan zona subduksi.
Menurut Tim Pusat Studi Gempa Nasional wilayah Indonesia dikelilingi oleh 13 zona subduksi (zona Megathrust).
-
Megathrust Aceh Andaman
-
Megathrust Nias
-
Megathrust Batu
-
Megathrust Mentawai Siberut
-
Megathrust Mentawai Pagai
-
Megathrust Enggano
-
Megathrust Selat Sunda
-
Megathrust Jawa Tengah Jawa Barat
-
Megathrust Jawa Timur
-
Megathrust Sumba
-
Megathrust Sulawesi Utara
-
Megathrus Filipino
-
Megathrust Papua
Megathrust ini dapat menjadi sumber gempa bumi berskala besar, maka dari itu disebut megathrust. Terkait apakah gempa bumi yang terjadi ini terkait aktivitas zona subduksi, hal ini menjadi dugaan sementara dan masih memerlukan penelitian lebih lanjut, oleh para ahli.
Penelitian dilakukan untuk mengetahui penyebab terjadinya gempa secara pasti dan usaha atau solusi tindakan mitigasi yang diperlukan.
Sebelumnya, gempa berkekuatan magnitudo 5,2 mengguncang Jayapura pada 3 Januari 2023 dan terus berulang hingga pada cuitan akhir Daryono, terdapat 279 kali gempa susulan. Pusat gempa yang ternyata berada di laut dengan kedalaman yang cukup dangkal membuat sebagian besar masyarakat takut dan panik.
Secara tegas, BMKG mengatakan bahwa setiap gempa akan memiliki informasi apakah berpotensi tsunami atau tidak, sementara gempa di Jayapura tidak berpotensi tsunami.
Sementara ini, masyarakat dihimbau untuk tidak panik, ikuti informasi terbaru dari BMKG dan media, serta melakukan langkah evakuasi apabila terjadi gempa susulan.***