Nasional

Tak Lagi Beda Pendapat, BMKG dan BRIN Kompak Cegah Cuaca Ekstrem di Wilayah Jabodetabek dan Jawa Barat

Oleh: Arif Rakhmat Prakoso Minggu 01 Jan 2023, 10:09 WIB
BMKG dan BRIN kompak bekerja sama dalam mencegah cuaca ekstrem dan tingginya intensitas hujan di wilayah Jabodetabek dan Jawa Barat.

AYOJAKARTA.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) kompak bekerja sama dalam mencegah cuaca ekstrem dan tingginya intensitas hujan di wilayah Jabodetabek dan Jawa Barat.

Diketahui sebelumnya, BRIN melalui pendapat personal dari salah satu perisetnya membuat heboh masyarakat dengan memprediksi potensi cuaca ekstrem dan hujan badai yang dapat memicu banjir besar di Jabodetabek dan sekitarnya pada 28 Desember 2022 lalu.

Pendapat tersebut kemudian dimentahkan oleh pihak BMKG yang menyebut bahwa prediksi cuaca di wilayah Jabodetabek pada 28 Desember 2022 pada umumnya adalah hujan sedang hingga lebat, namun bukan badai.

Baca Juga: Aceh Besar Diguncang Gempa Berkekuatan M 3,8, Ini Saran BMKG

Perbedaan pendapat ini sempat membuat heboh karena informasi yang diberikan kepada masyarakat saling bertentangan satu sama lain.

Kini, baik BMKG maupun BRIN tak lagi beda pendapat, bersama BNPB, TNI Angkatan Udara, Pemprov DKI dan Jabar, serta Kementerian Perhubungan, mereka bersama-sama melakukan operasi TMC di wilayah Jabodetabek dan Jawa Barat.

Operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) telah dilakukan sejak 29 Desember 2022.

Baca Juga: BMKG Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem Hari Ini Minggu 1 Januari 2023

Melalui Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati mengklaim bahwa hasil dari kolaborasi tersebut membuahkan hasil.

Dikutip Ayojakarta melalui akun Twitter resmi @infoHumasBMKG, sedikitnya 30 ton NaCl atau garam disemai menggunakan dua pesawat yaitu Pesawat Cassa 212 dan CN 295 dari Skadron Udara 4 Lanud Abdulrachman Saleh, Malang.

"Alhamdulillah, operasi TMC yang digelar untuk mengantisipasi cuaca ekstrem di wilayah Jabodetabek dan Jawa Barat berjalan sesuai rencana dan bisa dikatakan berhasil, sehingga tidak terjadi hujan ekstrem di wilayah Jabodetabek pada tgl 30 Desember yang lalu, karena berhasil dikurangi intensitasnya," ungkap Dwikorita di Jakarta, Sabtu 31 Desember 2022.

Baca Juga: Waspada Tahun Baru! Berikut Prediksi Terbaru BMKG, Malam Tahun Baru Diguyur Hujan Lebat Hingga Cuaca Ekstrem

Dwikorita mengatakan, puluhan ton garam tersebut ditabur di langit wilayah Perairan Selat Sunda, berdekatan dengan Gunung Krakatau dengan ketinggian 10.000 kaki.

Awan-awan yang membawa hujan, kata dia, "dicegat" agar tidak turun di wilayah Jabodetabek dan Jawa Barat.

"Garam-garam disebar dengan teknik penyebaran yang dilakukan secara manual pada koordinat yang telah ditentukan. Dengan begitu, hujan diturunkan di wilayah laut sehingga tidak sempat masuk daratan," imbuhnya.

Sebelumnya, tambah Dwikorita, sejak 21 Desember BMKG merilis adanya potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi dalam sepekan hingga tanggal 1 Januari 2023 di wilayah Jabodetabek.

Baca Juga: Waspada Gelombang hingga 6 Meter di Wilayah Perairan Indonesia, BMKG: Termasuk Bagian Selatan Jabar dan Jateng

Selain Jabodetabek, daerah yang perlu diwaspadai terjadi hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat adalah Banten bagian barat dan selatan, Jawa Barat bagian tengah dan utara, Jawa Tengah bagian utara, Jawa Timur bagian utara, Bali, NTB, dan NTT.

Lebih lanjut, Dwikorita mengatakan sebelumnya pada gelaran KTT G20 di Bali BMKG juga melakukan operasi TMC bekerja sama dengan BRIN, TNI AU, Kementerian Perhubungan, serta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

TMC tersebut dilakukan sebagai bagian dari skenario mitigasi cuaca yang dipersiapkan untuk mengantisipasi cuaca ekstrem agar gelaran KTT G20 di Bali berjalan dengan lancar dan sukses, serta semua kepala negara dan delegasi dapat melaksanakan pertemuan dengan aman dan nyaman.

Baca Juga: Wow! BMKG Catat Ada 10.792 Gempa di Indonesia pada 1 Januari – 29 Desember 2022

"Saat ini operasi TMC tengah diupayakan dilakukan di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur," ujarnya.

Dwikorita mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun siaga dan waspada terhadap cuaca ekstrem dengan terus memonitor perkembangan cuaca yang dikeluarkan oleh BMKG melalui berbagai media dan kanal resmi BMKG.***

Reporter Arif Rakhmat Prakoso
Editor Tedi Rukmana